Semua tulisan dari Ahmad Sobirin

Bulan Puasa Sebentar lagi, Yuk Baca Beberapa Pahala Shalat Tarawih

Pahala Shalat Tarawih, Rincian lengkap pahala sholat tarawih, Ganjaran shalat tarawih, pahala melakukan sholat di bulan ramadhan, pahala orang islam tarawih, lakukan tarawih dan ini pahalanya,
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib R.A, suatu hari Rasullullah SAW ditanya oleh sahabatnya, tentang keistimewaan shalat tarawih pada bulan Ramadan. Maka Rasullullah SAW bersabda, “Siapa yang melaksanakan shalat tarawih pada malam
  1. Ia akan terlepas dari dosa-dosanya seperti saat ia baru dilahirkan oleh ibunya
  2. Allah swt memberi pengampunan baginya dan bagi kedua orang tuanya jika keduanya mukmin.
  3. Malaikat berseru dari bawah Arsy, mulailah beramal, maka mudah-mudahan Allah swt mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu.
  4. Mendapatkan pahala sama dengan pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan al-Quran
  5. Allah akan memberi pahala baginya seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha.
  6. Allah akan memberinya pahala seperti pahala orang yang thawaf di Baitul Ma’mur, dan batu-batu serta tanah liat memohonkan ampun untuknya.
  7. Seakan-akan dia berjumpa nabi Musa a.s kemudian menolongnya dari Kerajaan Firaun dan Hamman.
  8. Allah memberikan kepadanya, apa yang pernah Allah berikan kepada Nabi Ibrahim a.s
  9. Seolah-seolah Ia beribadah sebagaimana Nabi Muhammad SAW
  10. Allah memberikan anugerah kepadanya,berupa kebaikan dunia dan kebaikan akhirat.
  11. Ia akan meninggal dunia dalam keadaan seperti bayi yang baru lahir
  12. Di hari kiamat, ia akan bangkit dengan muka berseri seperti bulan.
  13. Di hari kiamat, ia akan aman dari segala keburukan
  14. Para malaikat akan menjadi saksi baginya, bahwa ia sungguh telah melakukan sholat Terawih, sehingga kelak pada hari kiamat Allah tidak lagi menghisabnya.
  15. Para malaikat, termasuk malaikat penjaga Arsy dan Kursi, akan meminta ampunan dari Allah SWT untuknya.
  16. Ia akan tercatat sebagai orang yang selamat dari Neraka dan masuk kedalam surga
  17. Allah akan memberi pahala baginya seperti pahala para nabi.
  18. Malaikat akan berseru “Wahai hamba Allah, sesungguhnya Allah SWT telah meridloimu dan kedua orang tuamu.
  19. Allah akan mengangkat derajatnya di surga Firdaus.
  20. Ia akan di beri pahala seperti pahala para syuhada dan shalihin.
  21. Allah akan membuatkan sebuah bangunan dari cahaya disurga untuknya.
  22. Pada hari kiamat, ia akan terhindar dari kesusahan dan keprihatinan.
  23. Allah akan membuat sebuah kota baginya di dalam surga.
  24. Allah akan mengabulkan 24 permohonannya
  25. Ia akan bebas dari siksa kubur.
  26. Allah akan menaikkan pahala kebaikannya selama 40 tahun.
  27. Kelak Ia akan secepat kilat dalam melewati Sirathal mustaqim.
  28. Allah akan meninggikan derajatnya sampai 1000 kali didalam surga
  29. Allah akan memberi pahala baginya seperti menjalani ibadah haji 1.000 kali yang diterima Allah.
  30. Allah berkata kepadanya, Wahai hambaku, makanlah buah-buahan di surga! Mandilah dengan air Salsabila! Minumlah air telaga Kautsar! Aku adalah Tuhanmu dan engkau adalah hambaku
Demikian, mudah-mudahan apa yang tertulis disini bermanfaat dan dapat menjadi pemicu semangat dalam menjalankan ibadah-ibadah di bulan ramadlan. Amin.

Mujtahid? inilah Syarat dan Kreteria Menjadi Mujtahid

Lafadz Mujtahid adalah Isim Fa’il dari Fi’il Madli Ijtahada yang berarti mencurahkan tenaga, pikiran atau kemampuan. Jadi Mujtahid berarti orang yang mencurahkan tenaga, pikiran atau kemampuan. 
Dalam istilah fiqh, mujtahid berarti orang yang mencurahkan tenaga, pikiran atau kemampuan untuk meng-istinbath hokum dari al-Qur’an dan al-Hadits. Pekerjaan ini tidaklah mudah karena selain harus memiliki keahlian paten dalam bidang tersebut, juga harus mempunyai aqidah yang benar dan niat yang ihlas karena Allah. 
Dengan kata lain tujuannya mencari hokum demi kemaslahatan seluruh umat manusia, bukan untuk mencari pangkat serta mengejar kedudukan duniawi. Setidaknya, untuk ber-ijtihad seseorang harus memiliki dasar kemampuan sebagai berikut ;
  1. Memahami dan menguasai al-Qur’an, dari ayat-ayat yang khos, yang ‘am, yang muqoyyad, yang muthlaq, menguasai persoalan nasikh dan mansukh dan menguasai juga asbabun nuzul atau sebab-sebab turunnya al-Qur’an. Agar tidak menyimpulkan suatu hokum dari satu ayat tetapi bertentangan dengan ayat yang lain.
  2. Menguasai dan memahami al-Hadits sebagai sumber hokum kedua setelah al-Qur’an, baik dari segi sababul wurudnya, riwayatnya, matannya dan ilmu-ilmu lain yang berhubungan dengan al-Hadits. Mengapa? Karena yang paling berhak menjelaskan ayat-ayat al-Qu’an adalah Rasulullah saw, maka apabila tidak memahami dan menguasai al-Hadits di takutkan akan menyimpulkan suatu hokum dari satu hadits tetapi bertentangan dengan hadits lain dan atau al-Qur’an.
  3. Mengetahui atau menguasai ijma’us shohabah. Agar dalam menentukan hokum tidak bertentangan dengan apa yang telah disepakati oleh para sahabat, karena memang mereka-merekalah yang lebih mengetahui tentang syari’at Islam. Sebab merekalah yang hidup sezaman dengan Rasulullah saw, dan mengetahui sebab-sebab turunnya al-Qur’an dan timbulnya suatu hadits.
  4. Memahami Qiyas dan menguasai metodenya atau cara menggunakannya dalam usaha menghasilkan sebuah hokum.
  5. Menguasai Bahasa Arab dan grametikanya secara mendalam, seperti ilmu Nahwu, Shorof, Balaghoh dan yang lainnya. Hal ini karena al-Qur’an dan al-Hadits berbahasa Arab. Sehingga tidak mungkin seseorang akan memahami al-Qur’an dan al-Hadits tanpa menguasai bahasa arab secara mendalam.
  6. Dan beberapa persyaratan lain sebagaimana dijelaskan secara terperinci dalam ilmu ushul fiqh dan kitab-kitab lain yang membahas secara luas tentang masalah ijtihad.
Perlu di pahami, bahwa kriteria dan persyaratan diatas bukan bermaksud mempersulit seseorang dalam hal ijtihad atau menggali hokum dari al-Qur’an dan al-Hadits. 
Tetapi agar hasil penggalian hukumnya benar-benar dapat di pertanggung jawabkan secara ilmiah. Melihat kriteria dan persyaratan yang cukup ketat ini, sepertinya hamper tidak ada seseorang yang dapat memenuhinya secara utuh. 
Tetapi masing-masing orang memiliki kelebihan dan kekurangan yang tidak ada pada yang lainnya. Bisa saja seseorang hanya memenuhi sebagiannya saja, sementara yang lainnya dapat memenuhinya secara utuh. Oleh karena itu ada pembagian atau tingkatan-tingkatan dalam mujtahid, yaitu.
  • Mujtahid Muthlaq/Mustaqil, yaitu mujtahid yang mampu menciptakan, mencerna dan mengembangkan sendiri kaidah-kaidah dalam menggali hokum. Seperti Imam Hanafi (80-150 H), Imam Malik (93-179 H), Imam Syafi’I (150-204 H), Imam Hambali (164-241 H), dll.
  • Mujtahid Muntasib/Muthlaq ghoiru Mustaqil, yaitu Mujtahid yang melakukan penggalian hokum dengan metode dan kaidah yang telah diciptakan oleh pendahulunya atau imam yang di ikutinya, seperti Imam al-Muzanni dan Imam al-Buwaithi dari madzhab Syafi’i. Muhammad bin Hasan dan Abu Yusuf dari madzhab Hanafi dll.
  • Mujtahid Muqoyyad, yaitu seseorang yang menggali hokum dari persoalan-persolan yang belum pernah dibahas oleh imam mujtahidnya, misalnya seperti Imam al-Karkhi, as-Sarokhsi, al-Bazdawi, Abi Ishaq as-Sairozi dll.
  • Mujtahid Madzhab/Fatwa, yaitu Mujtahid yang mengikuti metode dan cara istinbath hokum imamnya, juga produk hokum dari imamnya. Jelasnya dia hanya menyeleksi pendapat imamnya, mana yang shohih dan yang lemah. Misalnya Imam Ghozali dan Imam Juwaini dari madzhab Syafi’i.
  • Mujtahid Tarjih, yaitu mujtahid yang melakukan seleksi dalam madzhab tertentu, dengan memilih pendapat yang paling unggul dalilnya atau yang paling sesuai dengan tuntutan maslahatul ‘ammah. Seperti Imam Rofi’i, Imam Nawawi dalam madzhab Syafi’i.

Hikmah Tradisi Halal Bi Halal, Lebaran Kupatan

BULAN Ramadhan telah berakhir. Banyak pelajaran yang dapat dipetik untuk menjadi bekal dalam mengarungi kehidupan yang akan datang, baik berupa pelajaran hukum, hikmah, faidah ataupun tentang fadhilah. Kemudian tibalah kita di Hari Raya Idul Fitri. Kita pantas berbangga hati dan bergembira karena momentum kemenangan dan maghfiroh dari Allah SWT, sebagaimana yang tersurat dalam sebuah hadis Qudsi

اِذَا صَامُوْا شَهْرَ رَمَضَانَ وَخَرَجُوْا اِلىَ عِيْدِكُمْ يَقُوْلُ اللهُ تَعَالىَ: يَا مَلاَئِكَتِى كُلُّ عَامِلٍ يَطْلُبُ اُجْرَهُ اَنِّى قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ فَيُنَادِى مُنَادٌ: يَا اُمَّةَ مُحَمَّدٍ اِرْجِعُوْا اِلَى مَنَازِلِكُمْ قَدْ بَدَلْتُ سَيِّئَاتِكُمْ حَسَنَاتٍ فَيَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى: يَا عِبَادِى صُمْتُمْ لِى وَاَفْطَرْتُمْ لِى فَقُوْمُوْا مَغْفُوْرًا لَكُمْ .
“Apabila mereka berpuasa di Bulan Ramadhan, kemudian keluar untuk merayakan hari raya, maka Allah pun berkata, ‘Wahai Malaikatku, setiap orang yang mengerjakan kebaikan dan meminta balasannya, sesungguhnya Aku telah mengampuni mereka. Kemudian ada yang berseru, ‘Wahai umat Muhammad, pulanglah ke tempat tinggal kalian. Seluruh keburukan kalian telah diganti dengan kebaikan’. Kemudian Allah pun berkata: ‘Wahai hamba Ku, kalian telah berpuasa untuk Ku dan berbuka untuk Ku, maka bangunlah sebagai orang yang telah mendapatkan ampunan.”
Namun, dosa-dosa yang diampuni itu hanya yang berhubungan langsung dengan Allah. Terus bagaimana dengan dosa-dosa yang berkaitan dengan sesama kita. Dalam hal ini, ampunan Allah bergantung pada pemaafan masing-masing yang bersangkutan?. Bermula dari keprihatinan ini, timbulah tradisi Halal Bihalal, sebuah tradisi hasil kreatifitas manusia dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam ajaran agamanya.
Tradisi silaturrahmi dan saling memaafkan antar sesama adalah sesuatu yang sangat indah, sebuah proses pembelajaran untuk menyadari kesalahan dan bisa memaafkan kesalahan orang lain. Tradisi saling memaafkan atau halal bihalal ini awalnya hanya ada di negara Indonesia, kemudian diadopsi oleh negara-negara serumpun melayu.
Secara konsep, istilah dan kegiatan halal bihalal ini tidak muncul dengan tegas dari Alquran dan Alhadits. Namun, jika dilihat dari roh kegiatannya, Alqu’an dan Alhadits memang memberikan landasan untuk itu. Selain muatan shodaqoh dan silaturrahmi yang ada didalamnya, corak keislaman juga tercermin dari tradsi ini, setidaknya ada isyarat dari surat Ali ‘Imron ayat 134-135, yang memerintahkan pelaku kesalahan, agar menyadari kesalahannya, kemudian memohon ampun atas kesalahannya dan berjanji tidak mengulanginya lagi.
Tradisi halal bihalal yang sarat dengan pesan-pesan indah dan islami ini, menjadi semakin berma’na tatkala disusuli dengan puasa enam hari di Bulan Syawal, lalu di tutup dengan tradisi ‘Kupatan’. Kalau halal bihalal menjadi tradisi penutup puasa Ramadhan, maka tradisi Kupatan adalah penutup puasa Syawal 6 hari. Oleh Rasulullah SAW, puasa Ramadhan diikuti dengan puasa 6 hari di Bulan Syawal disamakan seperti puasa dahr (puasa setahun). Rasulullah SAW bersabda,

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ رواه مسلم وأبو داود والترمذي والنسائي وابن ماجه
Dari Abi Ayyub Al-Anshori RA. Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda; “Barang siapa yang puasa Ramadlan, kemudian di ikuti dengan puasa enam hari pada bulan syawal, maka dia seperti puasa satu tahun”. (HR. Muslim, Abu Daud, Tirmizhi, Nasa’i dan Ibnu Maajah).
Tradisi Kupatan ini adalah tradisi dimana hampir setiap warga kampung membuat makanan kupat, lalu mereka saling bersilaturrahmi dan bertukar makanan untuk saling mencicipi. Indah sekali melihat masyarakat guyub, rukun dan menampakkan sifat-sifat muslim dan muslimah sejati. Sehingga kesan bahwa Islam rahmatal lil ‘alamin benar-benar terwujud dan terealisasikan. Waallohu a’lam.

Hasil Hukum Silaturahim via Online, Cukupkah?

Silaturahim atau menyambung tali kekerabatan tak diragukan lagi adalah ajaran agama dengan sejuta manfaat. Ketika tali asih tetap tersambung dengan berbagai pihak, maka hidup akan menjadi jauh lebih mudah dan indah. Anjuran silaturahim terdapat dalam banyak ayat al-Qur’an maupun hadits beserta sederet keutamaannya. Orang yang gemar melakukan silaturahim dalam Al-Qur’an tergolong sebagai salah satu kriteria Ulul Albâb (QS. ar-Ra’d: 21). 
Bila dahulu bersilaturahim biasanya dilakukan dengan bertemu secara langsung, maka perkembangan zaman tidak lagi mengharuskan demikian. Orang-orang di masa modern lebih sering bersilaturahim secara online via berbagai aplikasi media sosial. Selain simpel, cara ini juga jauh lebih murah. 
Tapi apakah hal semacam ini sudah cukup untuk disebut sebagai silaturrahim sehingga juga menghasilkan pahala yang sama?
Imam Zakariya al-Anshari menjelaskan tata cara silaturahim sebagai berikut:

(وَصِلَةُ الرَّحِمِ) أَيْ الْقَرَابَةِ (مَأْمُورٌ بِهَا) وَهِيَ فِعْلُك مَعَ قَرِيبِك مَا تُعَدُّ بِهِ وَاصِلًا غَيْرَ مُنَافِرٍ وَمُقَاطِعٍ لَهُ (وَتَكُونُ) صِلَتُهُمَا (بِالْمَالِ وَقَضَاءِ الْحَوَائِجِ وَالزِّيَارَةِ وَالْمُكَاتَبَةِ، وَالْمُرَاسَلَةِ بِالسَّلَامِ) وَنَحْوِهَا

“Menyambung tali rahim atau kekerabatan adalah diperintahkan, yakni tindakan Anda kepada kerabat Anda yang sekiranya dengan itu dianggap menyambung, tidak mengabaikan dan memutus. Caranya ada kalanya dengan memberi harta, menunaikan kebutuhannya, mengunjunginya, saling menyurati, saling berkirim salam dan lain sebagainya,” (Zakaria al-Anshari, Asna al-Mathâlib, II, 486).
Dengan demikian, dapat dipahami bahwa silaturahim tak harus bertemu secara langsung, tetapi bisa juga dengan berkirim salam atau pesan. Dengan ini kita bisa menyimpulkan bahwa berkirim pesan melalui media sosial juga cukup memenuhi syarat untuk disebut sebagai silaturahim. Keterangan serupa itu juga disampaikan oleh Syeikh Muhammad Ramli dalam Syarh al-Minhâj (al-Ghurar al-Bahiyah, III, 393) dan Syeikh Zainudin al-Malibari (I’ânat at-Thalibîn, III, 182).
Namun demikian, silaturrahim via media online tidaklah sempurna sebab ada sesuatu yang tak bisa dilakukan ketika tidak berjumpa secara fisik, di antaranya adalah bersalaman. Nabi Muhamad ﷺ bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ، فَيَتَصَافَحَانِ إِلَّا غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا

“Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu saling bersalaman, kecuali keduanya diampuni dosanya sebelum keduanya berpisah,” (HR. Abu Dawud).
Tentu saja pengampunan besar ini akan terlewat ketika kita mencukupkan diri bersilaturahim via internet. Selain itu, keakraban dan saling percaya akan lebih terjalin ketika bertatap muka secara langsung. Jadi, pertimbangkan untuk tetap bertemu secara fisik apabila kondisi memungkinkan. Semoga bermanfaat. (NU Online)
Ustadz Abdul Wahab Ahmad, Wakil Katib PCNU Jember dan Peneliti di Aswaja NU Center Jawa Timur.

Hukum Melakukan puasa Setelah Puasa Nisfu Sya'ban

Hukum Islam, Artikel Islam, Kajian Islam, Politik Islami, Mualaf, Cara Islam, Pendapat Islam, Kreterian syarat islam, batasan aqidah islam, Artikel Islam.
Para ulama sepakat bolehnya puasa sunnah pada separuh akhir bulan Sya’ban (tanggal 16 dan seterusnya) bagi orang-orang yang sebelumnya sudah terbiasa atau mempunyai kebiasaan melakukan puasa sunnah, seperti puasa senin kamis, puasa daud dan puasa dahr.

Dibolehkan juga puasa bagi orang yang ingin membayar kafarah, puasa qadla, dan orang yang puasa pada tanggal 15 Sya’ban lalu melanjutkannya pada tanggal 16nya atau bahkan sampai habis bulan Sya’ban. 

Namun para ulama berbeda pendapat terkait hukum puasa sunnah setelah nisfu Sya’ban bagi orang-orang yang tidak mempunyai kebiasaan seperti di atas. Ini karena mereka berpeda pendapat dalam menilai dan memahami hadits.

Mazhab Syafi’i menganggap bahwa puasa setelah nisfu Sya’ban itu haram karena termasuk yaumus syak, dengan dalil hadis, “Apabila setelah nisfu Sya’ban janganlah kalian berpuasa[1]”.
Sementara menurut ulama lain, khususnya selain mazhab Syafi’i, memperbolehkan puasa setelah nisfhu Sya’ban, karena menganggap hadis tersebut lemah, Imam Ahmad dan Yahya bin Mu’in mengatakan bahwa hadits di atas termasuk hasits munkar, karena perawinya ada yang bermasalah.
Referensi :
الفقه الإسلامي وأدلته – (ج 3 / ص 19). قال الشافعية: يحرم صوم النصف الأخير من شعبان الذي منه يوم الشك، إلا لوِرْد بأن اعتاد صوم الدهر أو صوم يوم وفطر يوم أو صوم يوم معين كالاثنين فصادف ما بعد النصف، أو نذر مستقر في ذمته، أو قضاء لنفل أو فرض، أو كفارة، أو وصل صوم ما بعد النصف بما قبله، ولو بيوم النصف. ودليلهم حديث: «إذا انتصف شعبان فلا تصوموا» ولم يأخذ به الحنابلة وغيرهم لضعف الحديث في رأي أحمد.
الإلمام بشيء من أحكام الصيام – (ج 1 / ص 6). وقال جمهور العلماء: يجوز الصوم تطوعا بعد النصف من شعبان، وضعفوا الحديث الوارد فيه، وقال الإمام أحمد ويحيى بن معين إنه حديث منكر. والراجح فيما يظهر لي أن الحديث صحيح وأنه لا منافاة بينه وبين صيام النبي -صلى الله عليه وسلم- شعبان
إعانة الطالبين – (ج 2 / ص 273). ( قوله وكذا بعد نصف شعبان ) أي وكذلك يحرم الصوم بعد نصف شعبان لما صح من قوله صلى الله عليه وسلم إذا انتصف شعبان فلا تصوموا ( قوله ما لم يصله بما قبله ) أي محل الحرمة ما لم يصل صوم ما بعد النصف بما قبله فإن وصله به ولو بيوم النصف بأن صام خامس عشره وتالييه واستمر إلى آخر الشهر فلا حرمة ( قوله أو لم يوافق عادته ) أي ومحل الحرمة أيضا ما لم يوافق صومه عادة له في الصوم فإن وافقها كأن كان يعتاد صوم يوم معين كالإثنين والخميس فلا حرمة ( قوله أو لم يكن عن نذر إلخ ) أي ومحل الحرمة أيضا ما لم يكن صومه عن نذر مستقر في ذمته أو قضاء ولو كان القضاء لنفل أو كفارة فإن كان كذلك فلا حرمة وذلك لخبر الصحيحين لا تقدموا أي لا تتقدموا رمضان بصوم يوم أو يومين إلا رجل كان يصوم يوما ويفطر يوما فليصمه وقيس بما في الحديث من العادة النذر والقضاء والكفارة بجامع السبب . والله سبحانه وتعالى أعلم.

[1] . HR. Ahmad dan Ashabussunan al-arba’ah dari Abu Hurairah. Menurut As-Suyuthi hadits ini hadits hasan, menurut Ibnu Hibban dan yang lainnya hadits ini hadits shohih (Subulus Salam 2/171)

Signal Stop Losse Stock Quote Market Bitcoin prediction

Signal Stop Losse Stock Quote Market Bitcoin. setelah update terbaru di post kemarin Price Stock Quote Markets Bitcoin sekarang kami ulas kembali Alasan bitcoin turun hari ini, dan di chart time frame berapakah yang menyebabkan bitcoin turun hari ini.

Update Stop Losee Bitcoin

Tulisan kami tentang Bitcoin hari ini juga memberikan sedikit masukan tentang prediksi kemarin “Price Stock Quote Markets Bitcoin” yang bisa saja bitcoin turun karena gagal bertahan di area Breakout chart 1D Btc/Usdt , berikut adalah cahart 1D yang kami maksud.


pada pembahasan Prediksi Bitcoin kemarin kami menulis seperti berikut ini :

Jika bitcoin kuat di Area Breakout 1D berarti bitcoin kuat menembus resistance 1 week bahkan 1 month, belum lagi bila dapat dukungan goodNews halving.

Nah, karena kurang lengkap maka kali ini kami memberikan update, yaitu Jika Bitcoin tidak kuat menahan koreksi Chart 4h dan sampai melewati area breakout chart bitcoin 1d ( Ini bisa dibuat patokan untuk tidak mengharap bitcoin ada di tren naik minggu ini ), Maka tulisan ini bisa di buat patokan mbah.

bitcoin 4h

Silakan perhatikan gambar diatas mbah, garis kuning diatas adalah stop losse bitcoin, sengaja kami buat agar mengetahui batas kekuatas tren naik bitcoin sebelumnya.

Lalu bagaimana jika harga bitcoin keluar dari garis area breakout 1d diatas?, saran kami dijual dulu dan buy back di support 1w bitcoin, karena tren naik telah selesai dan bitcoin akan kembali koreksi jika memang menembus dan Stay Dibawah garis Breakout 1D, inilah yang membuat kami update pagi ini.

Dan sebelumnya kami juga menuliskan tentang kemungkinan bitcoin turun karena ulah chart Bitcoin time frame 4H, bagi yang ketinggalan silakan baca di post link berikut Price Stock Quote Markets Bitcoin.

Dan mengapa hari ini kami berikan update Breakout 1d dengan chart 4h ? 😀 hanya untuk mempermudah dalam menjelaskan jadi kami hanya butuh garis breakout chart 1d dan chart 4h.

Alasan lain juga kami ingin menjelaskan bahwa chart bitcoin 4h yang sudah kami singgung kemarin benar-benar mintak koreksi harga, karena saat ini bitcoin sudah turun dari harg perbitcoin $7200 kini turun sampai $6800.


Silakan lihat yang kami kolom, itu adalah pola dimana aturan teknikal bila RSI sudah sangat tinggi dan jenuh, maka diharuskan koreksi harga, Namun terkadang terjadi di beberapa Altcoin yang tidak perduli dengan ini, artinya terkadang ada suatu coin yang naik trus sampai RSI tidak bergerak :D, namun jangan salah coin yang seperti itu lebih berbahaya, Lebih mendebarkan jantung ketika koreksinya ketimbang ketika naiknya.

selesai, Next post Prediksi Bitcoin Harian, :D.

Index Stock Qoute Markets Bitcoin prediction

Index Stock Qoute Markets BitcoinBitcoin Indonesia, Prediksi Bitcoin Indonesia, Teknikal Bitcoin Indonesia, Kabar Berita Bitcoin di Indonesia, Update prediksi Hari ini 2020, Analisa Bitcoin di Indonesia, Teknikal Altcoin Bitcoin Indonesia, ITCrypto.

Bitcoin Indonesia. Menjelang Halving Bitcoin kurang lebih tinggal 21 hari lagi, Harga Bitcoin sekarang masih di area $7000 – $7160, jika kita menoleh kebelakang Efek dari Halving Bitcoin akan sangat terasa setelah terjadinya Halving dan selang beberapa hari harga Bitcoinbisa naik, untuk mengetahui sejarah halving anda bisa kunjungi halaman post berikut Sejarah Halving Bitcoin.

Information Prediction Bitcoin

Prediksi Bitcoin Harian. situs ini menyediakan prediksi yang hampir tiap hari update signal free trading Bitcoin, dan kedepan semoga kami bisa benar-benar update setiap hari, karena untuk sekarang penulis hanya terbatas cuma satu orang, jadi doakan semoga menemukan teman nulis dan bisa update yang bermanfaat di situs ini.

Prediksi Bitcoin Hari ini

Prediksi Bitcoin Harian terhitung Zona UTC, Karena biasanya kami menggunakan zona waktu UTC untuk memprediksi Harga Bitcoin. Berikut adalah analisa teknikal prediksi bitcoin kami untuk hari ini.

prediksi bitcoin harian satu jam
Bitcoin chart 1jam

Kami menggunakan chart 1h dan memiliki rentan waktu 1 hari untuk bertahan, terkadang juga bisa di gunakan memprediksi Trend Bitcoin 1 minggu, Jangan salah faham tentang Trend dan Harga.

Silakan diperhatikan garis merah dan hijau diatas digunakan sebagai Support & Resistance bitcoin hari ini, bisa digunakan ketika Harga Bitcoin naik ataupun turun ketika anda memang senang style short scalp.

Perhatikan pula dibagian indikator, Baik di Rsi Bitcoin ataupun Macd Bitcoin. chart 1 jam memang masuk pada trend Naik jika dilihat dari indikator diatas, dan tidak teridentifikasi andanya bull trap.

Akantetapi kalian harus membandingkan juga chart bitcoin 1 jam dengan chart bitcoin 4 jam agar analisa prediksi bisa maksimal, berikut kami ulas sedikit tentang trend bitcoin 4 jam hari ini.


prediksi bitcoin cahrt 4h
Chart Bitcoin 4jam

Chart Bitcoin 4jam terkadang juga kami gunakan untuk trading harian dan memprediksi harga bitcoin secara harian tepat dan maksimal, ini kenapa kami sering sekali update baik di group telegram Bitcoin ITC ataupun di website ini menggunakan chart 4jam.

Nah, perhatikan gambar diatas, mari kita fokus kembali, beberapa garis Support and Resistance (SnR) sudah kami sediakan sama seperti di chart bitcoin time frame 1jam, akan tetapi coba perhatikan masalah tren bitcoin ada yang janggal, silakan simak sedikit kesimpulan yang simple berikut ini mbah :D.

Kejanggalan dalam chart 4jam denga chart 1 jam bitcoin yang memiliki tren bertentangan, Maksudnya, trend 1jam Bitcoin naik tetapi tren 4jam bitcoin turun, lalu apa kesimpulanya? 😀 jika kalian sering nyimak ulasan kami mungkin sudah paham.

Karena memang kami sering menjelaskan antara adil memutuskan sesuatu masalah, baik secara teknikal ataupun secara fundamental, ini juga bisa diterapkan dalam kehidupan preibadi, 😀 malah ceramah mbah. Lalu bagaimana prediksinya bitcoin hari ini mbah ?.

Jika kalian Trading Future, Leverage, Contract kalian sebisa mungkin jangan short, karena bitcoin 1 jam di trenUP dan jika kalian biasanya trading harian biasa, maksudnya meninggalkan Trading Margin atau Trading Leverage maka kalian boleh short dengan catatan Entrynya di close price resistance bitcoin 1 jam, dan take profit di support bitcoin 1jam.

  • Support Bitcoin 1jam ; $7000 – $6880 – $6755
  • support Bitcoin 4jam ; $7000 – $6850 – $6650
  • Resistance Btc 1jam ; $7272 – $7410 – 7450
  • Resistance Btc 4jam ; $7450 next target weekly.

Catatan : Jika kalian kurang paham boleh diskusi di group atau di komentar dengan kami.


Prediksi Bitcoin Minggu Ini

Menentukan prediksi Bitcoin harian kali ini kami telah membandingkan antara chart Bitcoin 1jam, 4jam dan 1D. silakan simak ulasanya berikut ini.

Chart Bitcoin 1jam

Sudah kami jelaskan ulasan chart bitcoin 1 jam di atas, dan kesimpulanya sama, kami tetap gunakan chart 1 jam ini di hari ini untuk scalp sebagai jalan mendapat profit yang aman dari kerugian jikalau chart 1jam bitcoin kalah dengan chart 4jam, jadi intinya kami main aman scalp di 1jam.


chart bitcoin 4jam

Sama seperti yang kami bahas diatas, dan tetap kesimpulannya Rsi Bitcoin Btc 4jam sudah tinggi dan kami menunggu 4jam koreksi dulu karena didukung tren Macd Bitcoin yang koreksi.


prediksi bitcoin harian
Bitcoin harian

Nah setelah semua kita bandingkan, maka waktunya mengmbil keputusan, dan keputusan ini kami Netralkan di chart Bitcoin 1D yang mendukung tren 1jam.

Artinya, Bila bitcoin koreksi karena ulah chart bitcoin 4jam maka dalam hari ini pula chart 1D Bitcoin berusaha mengembalikan harga seperti semula, jika tidak paham silakan sharing di group, karena kami sudah banyak dan sering diskusi disana, masuk group klik Link ini.

Bitcoin Chart 1D sudah kami jelaskan di gambar, jika anda belum paham jangan khawatir, karena anda bisa meneruskan bacaan ini sampai selesai mbah :D.

Berikut adalah penjelasan sedikit dan simpel untuk prediski bitcoin mingguan kali ini, dengan alat perang tiga macam chart dan kesimpulan ada di 1d.

Menurut kami bitcoin masih pantas di hold sampai minggu depan walaupun terkadang ada koreksi harga itu maklum, dan untuk minggu depan silakan fokus di ALTcoin saja mbah, dengan modal chart 1D bitcoin, jika bitcoin kuat di Area Breakout 1D berarti bitcoin kuat menembus resistance 1 week bahkan 1 month, belum lagi bila dapat dukungan goodNews halving.

Karena Breakout bitcoin kali ini sebagai awal tren naiknya bitcoin (1 minggu ini), walaupun harus melewati arena koreksi, stay home hold btc mbah, mungkin itu saja yang bisa kami tulis, dan selebihnya bisa sharing di group atau di komentar.

Jangan lupa sesuaikan style Anda dalam menganalisa suatucoin juga ketika memilih dan membeli suatu coin. ITCrypto.

Prediksi Bitcoin 2020 Hari ini

Prediksi Bitcoin 2020, Prediksi Bitcoin Harian, Prediksi Bitcoin Mingguan, Prediksi bitcoin Indonesia, Teknikal Bitcoin Indonesia, Analisa Teknikal Bitcoin Indonesia.

Tidak terasa ternyata sudah mau hari minggu lagi, dan biasanya Kami update hari senin jam 06:00 WIB unutk Artikel Prediksi Mingguan, terkadang juga telat dan di update siang hari, tapi tidak apa-apa , karena terkadang kami juga molor dikala azdan subuh berkumandang :D.
Hari ini kami akan update Analisa Pasar bitcoin hari ini, tentang arah turun atau naik, dan jika kalian cocok maka bisa kalian gunakan prediksi hari ini sebagai awal trend minggu depan, jangan khawatir kami pasti sediakan update terbaru prediksi mingguan pada hari senin pagi.

Teknikal Analisa Trend Bitcoin

Analisa atau Ramalan trend bitcoin banyak di cari oleh kalangan trader, baik itu trader cryptocurrency atau trader fiat, dan untuk menjadi teknikal analisis sendiri tidak membutuhkan modal, karena kami dulu juga berdasarkan dari pengalaman pasar dan sedikit belajar tentang teknikal analisis, kalian cukup mencari sumber terpercaya dan praktek, itu saja.
Atau, Jika kalian ingin belajar secara praktek bisa kalian lihat di situs youutbe.com dan salah satu youtuber yang membahas tentang teknikal analisis yaitu yotuber trader indonesia, silakan bisa di intip.

Setelah anda, belajar atau setidaknya tau teknikal analisis, jangan lupa praktek dan diskusi di group kami di telegram bitcoin indonesia ITC, dan untuk Artikel hari ini silakan simak pembahasanya di bawah ini.

Analisa Trend Prediksi Bitcoin Chart 1 Jam

Bitcoin chart 1jam biasanya di gunakan para trader type short dan tidak harus di beri stop losse karena terkadang bitcoin mengambil ulah brear trap atau bulltrap, catatan ini ketika anda sudah mengetahui trendnya bitcoin.
Gambar diatas adalah trend bitcoin yang sudah sangat bagus, yaitu kuat bertahan di tahap Breakout sampai detik ini, dan garis kuning atau harga bertanda diatas bisa kalian gunakan support 1 jam nya bitcoin.
Namun kalian jangan lengah karena bitcoin bisa saja koreksi keluar dari harga $7000 walau hanya sekilas atau sementara, karena kebiasaan ini sering digunakan bitcoin untuk menurunkan RSI nya, dan membuat kalian khawatir, 😀 .

Analisa Trend Prediksi Bitcoin Chart 4 jam

Bitcoin chart 4jam biasa kami gunakan untuk bertahan pada teknikal harian atau mingguan, dan biasanya kami juga sedakan harga stop losse, untuk mengantisipasi kerugian, dan terkadang membutuhkan update karena yang di pakai adalah chart bitcoin 4h.
Sama seperti Chart bitcoin 1 jam, kali ini chart bitcoin 4 jam pun mengalami Breakout, beberapa keterangan sudah kami jelaskan di gambar atas, diantaranya yaitu, garis breakout bitcoin, support harga bitcoin, dan stop losse kalian bisa pakai garis kuning di Chart Bitcoin 4 jam.
Trend Naik Bitcoin chart 4 jam ini juga didukung oleh Rsi dan Macd silakan anda lihat dan jika perlu penjelasan mengenai RSI Bitcoin dan Macd Bitcoin bisa di klik di tautan berikut ini.


Analisa Trend Prediksi Bitcoin Chart 1D

Chart Bitcoin 1D jika menerima dukungan chart bitcoin 4jam maka harusnya trend bitcoin 1d juga ikut naik, di samping itu hari ini kami melihat ada 1 candle yang membuat arah bitcoin semakin yakin, bahwasanya minggu depan bitcoin akan tetap di trend naik. karena hari ini terlihat Bullish Bitcoin Engulfing, dan candle ini pula menjadi dukungan dari chart 4 jam bitcoin diatas.

Support Bitcoin Prediksi Hari ini

  • Support Bitcoin 1 jam : $6950 – $6835.
  • SUpport Bitcoin 4 jam : $6900 – $6797.
  • Support Bitcoin 1 hari : $6666 – $6500.
  • Resistance Bitcoin 1 jam : $7445.
  • Resistance Bitcoin 4 Jam : $7445.
  • Resistance Bitcoin 1 Hari : $7445.
Selesai, dan semoga profit kawan 😀


Tutorial Trading, 5 Essential Indicators Used in Technical Analysis

Introduction

Traders use technical indicators to gain additional insight into the price action of an asset. These indicators make it easier to identify patterns and spot buy or sell signals in the current market environment. There are many different types of indicators, and they are widely used by day traders, swing traders, and sometimes even longer-term investors. Some professional analysts and advanced traders even create their own indicators. In this article, we’ll provide a brief description of some of the most popular technical analysis indicators that can be useful in any trader’s market analysis toolkit.

1. Relative Strength Index (RSI)


Relative strength index

The RSI is a momentum indicator that shows whether an asset is overbought or oversold. It does this by measuring the magnitude of recent price changes (the standard setting is the previous 14 periods – so 14 days, 14 hours, etc.). The data is then displayed as an oscillator that can have a value between 0 and 100.
Since the RSI is a momentum indicator, it shows the rate (momentum) at which the price is changing. This means that if momentum is increasing while the price is rising, the uptrend is strong, and more and more buyers are stepping in. In contrast, if momentum is decreasing while the price is rising, it may show that sellers soon might take control over the market.
A traditional interpretation of the RSI is that when it’s over 70, the asset is overbought, and when it’s under 30, it is oversold. As such, extreme values may indicate an impending trend reversal or pullback. Even so, it might be best not to think about these values as direct buy or sell signals. As with many other technical analysis (TA) techniques, the RSI may provide false or misleading signals, so it’s always useful to consider other factors before entering a trade.
Eager to learn more? Check out our article on the Relative Strength Index (RSI).

2. Moving Average (MA)


moving averages

A moving average smooths out price action by filtering out market noise and highlighting the direction of the trend. As it’s based on past price data, it’s a lagging indicator.
The two most commonly used moving averages are the simple moving average (SMA or MA), and the exponential moving average (EMA). The SMA is plotted by taking price data from the defined period and producing an average. For example, the 10-day SMA is plotted by calculating the average price over the last 10 days. The EMA, on the other hand, is calculated in a way that gives more weight to recent price data. This makes it more reactive to recent price action.
As mentioned, the moving average is a lagging indicator. The longer the period, the greater the lag. As such, the 200-day SMA will react slower to recent price action than the 50-day SMA.
Traders often use the relationship of the price to specific moving averages to gauge the current market trend. For example, if the price stays above the 200-day SMA for a prolonged period, the asset may be considered to be in a bull market by many traders.
Traders may also use moving average crossovers as buy or sell signals. For example, if the 100-day SMA crosses below the 200-day SMA, it may be considered a sell signal. But what exactly does this cross mean? It indicates that the average price over the last 100 days is now below that of the last 200 days. The idea behind selling here is that short-term price movements are no longer following the uptrend, so the trend may be reversing.
Eager to learn more? Check out our article on Moving Averages.

3. Moving Average Convergence Divergence (MACD)


moving averages convergence divergence macd

The MACD is used to determine the momentum of an asset by showing the relationship between two moving averages. It’s made up of two lines – the MACD line and the signal line. The MACD line is calculated by subtracting the 26 EMA from the 12 EMA. This is then plotted over the MACD line’s 9 EMA – the signal line. Many charting tools also often incorporate a histogram, which shows the distance between the MACD line and the signal line. 
By looking for divergences between the MACD and the price action, traders might gain insight into the strength of the current trend. For example, if the price is making a higher high, while the MACD is making a lower high, the market may be reversing soon. What is the MACD telling us in this case? That price is increasing while momentum is decreasing, so there is a higher probability of a pullback or reversal occuring.
Traders may also use this indicator to look for crossovers between the MACD line and its signal line. For example, if the MACD line crosses above the signal line, that may suggest a buy signal. Conversely, if the MACD line crosses below the signal line, that may indicate a sell signal.
The MACD is often used in combination with the RSI, as they both measure momentum, but by different factors. The assumption is that together they may give a more complete technical outlook on the market.
Eager to learn more? Check out our article on the MACD.




4. Stochastic RSI (StochRSI)


stochastic rsi

The Stochastic RSI is a momentum oscillator used to determine whether an asset is overbought or oversold. As the name suggests, it’s a derivative of the RSI, as it’s generated from RSI values instead of price data. It’s created by applying a formula called the Stochastic oscillator formula to the ordinary RSI values. Typically, the Stochastic RSI values range between 0 and 1 (or 0 and 100).
Due to its greater speed and sensitivity, the StochRSI can generate a lot of trading signals that can be tricky to interpret. Generally, it tends to be the most useful when near the upper or lower extremes of its range. 
A StochRSI reading above 0.8 is usually considered overbought, while a value below 0.2 may be considered oversold. A value of 0 means that the RSI is at its lowest value in the measured period (the default setting is typically 14). Conversely, a value of 1 represents that the RSI is at its highest value in the measured period.
Similarly to how the RSI should be used, an overbought or oversold StochRSI value doesn’t mean that the price will surely reverse. In the case of the StochRSI, it simply indicates that the RSI values (which StochRSI values are derived from) are near the extremes of their recent readings. It’s also important to keep in mind that the StochRSI is more sensitive than the RSI indicator, so it tends to generate more false or misleading signals. 
Eager to learn more? Check out our article on the Stochastic RSI.

5. Bollinger Bands (BB)


bollinger bands

Bollinger Bands measure the volatility of the market, as well as overbought and oversold conditions. They are made up of three lines – an SMA (the middle band), and an upper and lower band. The settings may vary, but typically the upper and lower bands are two standard deviations away from the middle band. As volatility increases and decreases, the distance between the bands increases and decreases as well.
Generally, the closer the price is to the upper band, the closer to overbought conditions the charted asset may be. Conversely, the closer the price is to the lower band, the closer to oversold conditions it may be. For the most part, price will stay within the bands, but on rare occasions, it may break above or below them. While this event may not be a trading signal in itself, it can act as an indication of extreme market conditions.
Another important concept of BBs is called the squeeze. It refers to a period of low volatility, where all bands come very close to each other. This may be used as an indication of potential future volatility. Conversely, if the bands are very far from each other, a period of decreased volatility may follow.
Eager to learn more? Check out our article on Bollinger Bands.

Closing thoughts

Even though indicators show data, it’s important to consider that the interpretation of that data is very much subjective. As such, it’s always useful to step back and consider if personal biases are affecting your decision-making. What may be a direct buy or sell signal for one trader might just be market noise for another. 
As with most market analysis techniques, indicators are at their best when used in combination with each other, or with other methods, such as fundamental analysis (FA).
The best way to learn technical analysis (TA) is through a lot of practice. Go to Binance and put your newfound knowledge to the test!

Tutorial Trading, What are classical chart patterns?

What are classical chart patterns?

There are many different ways to analyze the financial markets using technical analysis (TA). Some traders will use indicators and oscillators, while others will base their analysis only on price action.


Candlestick charts present a historical overview of prices over time. The idea is that by studying the historical price action of an asset, recurring patterns may emerge. Candlestick patterns can tell a useful story about the charted asset, and many traders will try to take advantage of that in stock, forex, and cryptocurrency markets.
Some of the most common examples of these patterns are collectively referred to as classical chart patterns. These are some of the most well-known patterns out there, and many traders see them as reliable trading indicators. Why is that? Isn’t trading and investing about finding an edge in something that others have overlooked? Yes, but it’s also about crowd psychology. As technical patterns aren’t bound by any scientific principle or physical law, their effectiveness highly depends on the number of market participants paying attention to them.

Flags

A flag is an area of consolidation that’s against the direction of the longer-term trend and happens after a sharp price move. It looks like a flag on a flagpole, where the pole is the impulse move, and the flag is the area of consolidation.
Flags may be used to identify the potential continuation of the trend. The volume accompanying the pattern is also important. Ideally, the impulse move should happen on high volume, while the consolidation phase should have lower, decreasing volume.

Bull flag

bull flag chart pattern

The bull flag happens in an uptrend, follows a sharp move up, and it’s typically followed by continuation further to the upside.

Bear flag

bear flag chart pattern

The bear flag happens in a downtrend, follows a sharp move down, and it’s typically followed by continuation further to the downside.

Pennant

pennant chart pattern

Pennants are basically a variant of flags where the area of consolidation has converging trend lines, more akin to a triangle. The pennant is a neutral formation; the interpretation of it heavily depends on the context of the pattern.

Triangles

A triangle is a chart pattern that’s characterized by a converging price range that’s typically followed by the continuation of the trend. The triangle itself shows a pause in the underlying trend but may indicate a reversal or a continuation.

Ascending triangle

ascending triangle chart pattern

The ascending triangle forms when there’s a horizontal resistance area and a rising trend line drawn across a series of higher lows. Essentially, each time the price bounces off the horizontal resistance, the buyers step in at higher prices, creating higher lows. As tension is building at the resistance area, if the price eventually breaks through it, it tends to be followed by a quick spike up with high volume. As such, the ascending triangle is a bullish pattern.

Descending triangle

descending triangle chart pattern

The descending triangle is the inverse of the ascending triangle. It forms when there’s a horizontal support area and a falling trend line drawn across a series of lower highs. In the same way as the ascending triangle, each time price bounces off the horizontal support, sellers step in at lower prices, creating lower highs. Typically, if the price breaks through the horizontal support area, it’s followed by a quick spike down with high volume. This makes it a bearish pattern. 

Symmetrical triangle

symmetrical triangles

The symmetrical triangle is drawn by a falling upper trend line and a rising lower trend line, both happening at roughly an equal slope. The symmetrical triangle is neither a bullish nor a bearish pattern, as its interpretation heavily depends on the context (namely, the underlying trend). On its own, it’s considered to be a neutral pattern, simply representing a period of consolidation.

Wedges

A wedge is drawn by converging trend lines, indicating tightening price action. The trend lines, in this case, show that the highs and lows are either rising or falling at a different rate.
It might mean that a reversal is impending, as the underlying trend is getting weaker. A wedge pattern may be accompanied by decreasing volume, also indicating that the trend might be losing momentum.

Rising wedge

rising wedge

The rising wedge is a bearish reversal pattern. It suggests that as the price tightens up, the uptrend is getting weaker and weaker, and may finally break through the lower trend line

Falling wedge

falling wedge chart pattern

The falling wedge is a bullish reversal pattern. It indicates that tension is building up as price drops and the trend lines are tightening. A falling wedge often leads to a breakout to the upside with an impulse move.



Double top and double bottom

Double tops and double bottoms are patterns that occur when the market moves in either an “M” or a “W” shape. It’s worth noting that these patterns may be valid even if the relevant price points aren’t exactly the same but close to each other.
Typically, the two low or high points should be accompanied by higher volume than the rest of the pattern.

Double top

double top chart pattern

The double top is a bearish reversal pattern where the price reaches a high two times and it’s unable to break higher on the second attempt. At the same time, the pullback between the two tops should be moderate. The pattern is confirmed once the price breaches the low of the pullback between the two tops.

Double bottom

double bottom chart pattern

The double bottom is a bullish reversal pattern where the price holds a low two times and eventually continues with a higher high. Similarly to the double top, the bounce between the two lows should be moderate. The pattern is confirmed once the price reaches a higher high than the top of the bounce between the two lows.

Head and shoulders

head and shoulders chart pattern

The head and shoulders is a bearish reversal pattern with a baseline (neckline) and three peaks. The two lateral peaks should roughly be at the same price level, while the middle peak should be higher than the other two. The pattern is confirmed once the price breaches the neckline support.

Inverse head and shoulders

inverse head and shoulders chart pattern

As the name suggests, this is the opposite of the head and shoulders – and as such, it indicates a bullish reversal. An inverse head and shoulders is formed when the price falls to a lower low in a downtrend, then bounces and finds support at roughly the same level as the first low. The pattern is confirmed once the price breaches the neckline resistance and continues higher.

Closing thoughts

Classical chart patterns are among the most well-known TA patterns. However, as with any market analysis method, they shouldn’t be viewed in isolation. What works well in a particular market environment might not work in another. So it’s always good practice to look for confirmation, meanwhile exercising proper risk management.
If you’d like to read more on candlestick patterns, be sure to check 12 Popular Candlestick Patterns Used in Technical Analysis.