Arsip Kategori: Lampung Selatan

Warga Gotong Royong Usai Shalat Semprot Masjid

Hampir secara keseluruhan masyarakat di kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) tetap menggelar shalat idul adha di masjid, meski demikian himbauan pemerintahan desa tetap patuh terhadap protokol kesehatan (prokes) secara ketat guna memutus mata ranati covid-19 di pedesaan. 
Sebelum menyelenggarakan shalat pemerintah desa membersihkan seluruh bagian masjid, begit usai shalat idul adha secara bersama aparat desa melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara menyeluruh. 
\” Usai shalat saya himbau pemerintahan desa turun tangan bersih-bersih dengan menyemprotkan cairan disinfektan, \” Kata Kades Rulung Sari Whisnu Setya Negara, Selasa 20 Juli 2021.
Wisnu menjelaskan, yang paling utama bagi seluruh jajaran pemerintahan desa harus selau mengingatkan supaya tidak ada ada kerumunan dimana pun tempat, mengingat yang terpapar di desa ini cukup banyak. 
\” Keliling setiap dusun bagi kadus ingatkan masyarakat jangan ada kerumunan, pakai masker, bawa cairan pembersih tangan, kurangi mobilitas diluar, \” Katanya. 
Sementara Sekretaris Desa Rulung Sari Sulistyo mengatakan, sejauh ini informasi yang didapat pemerintahan desa sekitar 10 orang dinyatakan positif dan dilakukan isolasi mandiri. 
\” Itu data kemarin yang kami dapat informasinya sudah 10 orang yang terpapar, untuk data lengkap berapa puskesmas yang tahu, \” Jelasnya.

Jalan Rusak Rulung Mulya Kembali Telan Korban

Warga Desa Rulung Mulya kembali mengeluhkan jalan rusak menuju desa mereka, pasalnya sudah sejak puluhan tahu jalan di desa ini tidak tersentuh pembangunan. Korban meninggal dunia pun tidak sedikit karena melalui jalan ini.

” Kemarin ada lagi mobil pengangkut sembako hampir terguling karena tidak kuat menanjak dijalan rusak ini. sebelum-sebelumnya sudah ada 3 nyawa melayang di jalan desa ini, ” Musrodin, Selasa, 20 Juli 2021.
Menurut Musrodin, jalan ini tidak pernah tersentuh pembangunan bahkan hampir setiap waktu masyarakat mengeluh dan meminta jalan tersebut diperbaiki.
” Yang saya kasihan sama anak-anak kalau pas waktu sekolah, kadang kalau hujan deras tindak bisa lewat karena air dari bawah jembatan meluap, ” Katanya.
Jalan di desa ini kata, Musrodin, dapat digolongkan jalan paling jelek di provinsi Lampung, padahal sudah berulang kali proposal masuk meminta perbaikan. ” Kami sudah tidak percaya lagi kalo ada orang politik masuk desa ini karena hanya memberi janji tidak ada relisasi, ” Katanya.
Sekretaris desa Rulung Mulya, Ansori mengharapakan jalan di desanya bagus seperti desa lain. ” Harapan kami hanya satu jalan desa bagus itu saja, ” Ungkapnya.

Selama PPKM Penumpang Feri Turun 49% dan Kendaraan Penumpang Turun 54%

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi angkutan penyeberangan dilintasan Merak-Bakauheni menurun drastis semenjak pengetatan perjalanan pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai 3-20 Juli 2021.
“Selama PPKM darurat, produktifitas lintas harian penumpang turun 49%, dari
21.004 orang penumpang jalan kaki dan didalam kendaraan menjadi 10.676 orang per hari,”
kata Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin melalui siaran pers, Minggu malam (19/7/2021).
Sedangkan untuk kendaraan penumpang turun 54%, dari 4.322 unit menjadi 1.977 unit per hari dan untuk kendaraan Logistik turun 4%, dari 2.600 unit menjadi 2.498 unit per hari.
Menurut Shelvy, pergerakan mobilitas masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke luar daerah, termasuk pengguna jasa penyeberangan dari dan ke Pulau Jawa dan Pulau Bali selama periode libur Idul Adha bakal turun, setelah Pemerintah kembali mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 51 Tahun 2021 Tentang Perubahan Kedua atas Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 43 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat pada masa Pandemi Covid-19 yang berlaku mulai tanggal 18 – 25 Juli 2021.
Dalam SE tersebut diatur, untuk pengguna jasa yang diperbolehkan menyeberang dari dan ke Pulau Jawa dan Bali adalah : pengguna jasa dengan keperluan aktivitas bekerja di sektor esensial dan kritikal; dan pengguna jasa dengan keperluan mendesak, yaitu pasien dengan kondisi sakit keras, ibu hamil didampingi 1 orang keluarga, kepentingan persalinan dengan maksimal 2 orang dan pengantar jenazah Non Covid-19 dengan jumlah maksimal 5 orang.
“Untuk itu, kami imbau kepada
masyarakat menunda perjalanan jika tidak terlalu urgen, karena pemerintah masih terus berupaya menekan angka penyebaran dan penularan Covid-19 yang masih tinggi,” tutur Shelvy.
Jika ada keperluan mendesak dan harus melakukan perjalanan, Sherly menegaskan kepada masyarakat agar disiplin dalam protokol kesehatan dan mematuhi persyaratan penyeberangan. Yakni kartu vaksin minimal dosis pertama, hasil negatif RT PCR 2×24 jam atau Antigen 1×24 jam dan
Surat Tanda Registrasi Pekerja
(STRP).
“Pengecualian syarat perjalanan kartu vaksinasi hanya berlaku bagi kendaraan angkutan logistik, pasien dengan kondisi sakit keras, ibu hamil yang didampingi oleh satu orang anggota keluarga, kepentingan persalinan didampingi maksimal dua orang, dan pengantar jenazah Non Covid-19 maksimal lima orang” pungkasnya.