Bupati Umar Ahmad Menunjuk Agus Subagio Plt. Inspektorat Tubaba

Asisten I Tulangbawang Barat Agus Subagio ditunjuk Bupati Umar Ahmad sebagai Plt. Inspektorat. (Foto:Lampost/Merwan)
 

Bupati Umar Ahmad Menunjuk Agus Subagio Plt. Inspektorat Tubaba

PANARAGAN (Lampost.co)–Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) Umar Ahmad menunjuk Asisten I, Agus Subagio sebagai Plt. Kepala Inspektorat setempat menggantikan Pirwansyah yang mengundurkan diri.
Penujukan Plt. Inspektur tersebut dikatakan Umar  Ahmad kepada Lampost.co melalui pesan whatsApp, Rabu (27/9/2017) malam. \”Ya. Plt. Inspektur Agus Subagio,\”ujar Bupati.
Asisten I, Agus Subagio membenarkan dirinya diperintahkan bupati untuk menjadi Plt. Inspektur. \”Sesuai dengan surat perintah tugas (spt) terhitung, Rabu (27/9/2017) saya diamanahkan menjadi Plt. Inspektur,\”ujarnya.
Perlu diketahui pergantian kepala Inspektorat tersebut disebabkan mantan Inspektur Pirwansyah menyatakan mengundurkan diri dari jabatan terhitung sejak 16 Agustus 2016. Peryataan pengunduran diri tersebut disampaikan Pirwansyah saat memimpin upacara apel mingguan di halaman kantor bupati setempat, Senin (25/9/2017).
\”Ya. Saya mundur dari Inspektur karena ingin mencari suasana baru. Yang pasti saya ingin menjadi pejabat fungsional,\”ujarnya. http://www.lampost.co/berita-bupati-umar-ahmad-menunjuk-agus-subagio-plt-inspektorat-tubaba

Pemda Tubaba Bentuk UPTD Kelola Islamic Center

Fauzi Hasan (mengepalkan tangan) saat memberikan pengarahan kepada Satpol-PP akan pentingnya menjaga kelestarian Islamic Center, Kamis (14/9). (Ahmad Sobirin)

Pemda Tubaba Bentuk UPTD Kelola Islamic Center
PANARAGAhttp://www.lampost.co/N (Lampost.co) — Pemerintah daerah (Pemda) Tulangbawang barat (Tubaba) merencanakan pembentukan Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) yang khusus bertugas mengelola masjid Baitussobur 99 cahaya, calon Islamic Center di kabupaten Tubaba, yang saat ini belum finishing.
Wakil Bupati Tubaba, Fauzi Hasan mengatakan dalam waktu dekat akan mengusulkan hal ini dan mencari pihak ketiga terkait kerjasama profesional dalam pengelolaan Islamic Center.
\”Saya kedepan merencanakan hal itu dan pak bupati pun berpikiran begitu, sehingga ada orang yang kira-kira jika bertugas di sini tidak mikir lagi karena dia sudah bisa makan dengan gajinya dari sini, seperti halnya satpam Bank misalnya,\” kata Wabub saat dijumpai Lampost.co, Kamis (14/9/2017), usai memberikan pengarahan kepada Satpol-PP dalam apel pagi di lantai dasar gedung sesat agung.
Langkah tersebut diambil dalam rangka mengamankan aset bernilai miliaran rupiah yang berada dilingkungan masjid Baitusshobur dari gangguan orang orang yang tidak bertanggung jawab, yang  dikawatirkan akan merusak keindahan dan kenyamanan khususnya program yang telah direncanakan.
\”Jika hanya mengandalkan tugas Satpol-PP ya namanya juga tugas sampingan, ya tidak bisa diandalkan,\” kata Wabub.
\”Untuk sementara kita hanya membentuk UPTD khusus untuk Islamic Center ini saja karena besar, sedangkan taman yang lainnya akan diserahkan kepada dinas dinas terkait lainnya,\” kata Wabub.
Pengarahan bernada keras yang di sampaikan langsung Wabub kepada Satpol-PP yang bertugas di lingkungan masjid Baitusshobur tersebut menindaklanjuti laporan adanya penyusutan jumlah ikan air tawar yang berada di danau buatan sekeliling kompleks yang diduga akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.
\”Tidak hanya ikan saja yang perlu kita dijaga kelestariannya,  taman-taman ini harganya sangat mahal satu pohon ada yang seharga Rp25 juta,\” ujarnya.
Namun Wabub menjelaskan, kemarahan nya kepada petugas jaga (Satpol-PP) bukan karena soal ikan yang jumlahnya menyusut namun lebih kepada keberlangsungan program yang telah direncanakan selama ini.
\”Saya tegaskan kemarahan saya tadi bukan soal ikan yang hilang, tapi ini ada gangguan pembangunan, lebih celaka lagi jika yang menggangu ini yang seharusnya membantu, makanya kita rencanakan untuk membentuk segera UPTD tersebut,\” kata Wabub.

Dandim Lampura Ajak Warga Tubaba Nobar Film G30S/PKI

Komandan Kodim 0412/Lampung Utara Letkol Inf. R.D Bahtiar.    
 
Dandim Lampura  Ajak Warga Tubaba Nobar Film G30S/PKI
PANARAGAN (Lampost.co)  — Komandan Kodim 0412/Lampung Utara Letkol Inf. R.D. Bahtiar mengajak kepada seluruh warga Indonesia khususnya warga masyarakat Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) untuk tidak melupakan tragedi penculikan dan pembunuhan tujuh pahlwan revolusi oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) atau Gerakan 30 September (G30S) dengan menyaksikan kembali film dokumenter G30S/PKI.
Menurut Bahtiar, pemutaran film tersebut sebagai upaya agar bangsa Indonesia tidak akan melupakan sejarah perjuangan para pahlawan kesuma bangsa yang telah berjuang untuk kemerdakaan, keamanan, dan kenyamanan bangsa Indonesia dalam konteks menimbulkan semangat jiwa patriotis dan Pancasilais dalam UUD 1945.
\”Sebagai bentuknya kami mengajak seluruh rakyat Indonesia khususnya warga Kabupaten Tulangbawang barat, untuk nonton bersama film G30S/PKI,\” ujarnya, Jumat (22/9/2017).
Acara nobar film G30S/PKI direncanakan digelar pada Sabtu malam (23/9/2017) di GOR Pagaralam Tiyuh/Desa Kagungan Ratu, Kecamatan Tulangbawang Udik.
\”Kami berharap kepada warga sekitar untuk dapat menghadiri nobar yang difasilitasi  jajaran Koramil 412-01 Tulangbawang Tengah dan Korami 412-05 Tulangbawang Udik tersebut,\” kata Dandim Lampura itu.

Dua Tahun Buron, Pencuri Motor Dibekuk Aparat Polsek Tulangbawang Tengah

Pelaku pencurian motor yang telah masuk DPO Polisi sejak dua tahun lalu. (foto:lampost/A.Sobirin)

Dua Tahun Buron, Pencuri Motor Dibekuk Aparat Polsek Tulangbawang Tengah

PANARAGAN (Lampost.co)–Dua tahun buron, jajaran Polsek Tulangbawang Tengah berhasil  menangkap pelaku pencurian di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba). Pelaku, Herman (29),  telah dua tahun masuk daftar pencarian orang (DPO) dan menjadi target pencarian Polisi.
Kepala Kepolisian Sektor Tulangbawang Tengah Kompol, A Leksan Ariyanto, melalui rilis kepada Lampost.co., Jum\’at (15/9/2017), mengatakan penangkapan terhadap Herman (29) warga Tiyuh Panaragan kecamatan Tulangbawang Tengah sesuai dengan surat nomor : DPO / 18 / IX/2015/RESKRIM ,Tanggal 30 september 2015. atas Kasus melanggar pasal 365 ayat 1 , ayat 2 ke 2 KUHP tentang pencurian berencana.
\” Tersangka  merupakan T.O (target operasi) sikat krakatau II tahun 2017 di wilayah Polsek Tulangbawang Tengah,\” kata Kompol Leksan.
Adapun kronologis penangkapan terhadap pelaku berdasarkan hasil pengembangan dan penyelidikan anggota Satuan Reskrim Polsek TBT terhadap DPO berdasarkan : laporan polisi .No.pol :LP /  B -321 / VII / 2015/ POLDA LAMPUNG./RES TUBA /SEK TENGAH,Tanggal 30 Juli 2015 Atas   atas Kasus melanggar pasal 365 ayat 1.ayat 2 ke 2 KUHP tentang pencurian berencana.
\” Atas dasar itu pada hari Kamis (14/9) sekitar pukul 21.00 pelaku ditangkap di kediamannya tanpa melakukan perlawanan di tiyuh Panaragan kemudian di bawa kepolsek Tulangbawang Tengah untuk proses hukum selanjutnya,\” ujarnya.

Temuan P3MD, BPD Tubaba Kurang Diberdayakan

Suasana rapat koordinasi tenaga ahli Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Tulangbawang Barat, beberapa waktu lalu. (Foto:Lampost/Ahmad Sobirin)
 

Temuan P3MD, BPD Tubaba Kurang Diberdayakan

PANARAGAN (Lampost.co)–Hasil monitoring yang telah dilakukan Tim Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) di beberapa tiyuh, ditemukan kendala dalam hubungan kerja antara Badan Perwakilan Desa (tiyuh) dan penyelenggaraan pemerintahan tiyuh yang hampir merata.
Seperti praktek-praktek hubungan kerja yang kurang harmonis antara BPT dan kepala tiyuh beserta perangkat tiyuh dan menunjukan kecendrungan terjadinya dominasi kepala tiyuh atas BPT.
Hal itu diungkapkan Maria,
Tenaga Ahli Pembangunan Partisipatif, Koordinator TA Tubaba, kepada lampost.co, Jumat (15/9/2017).
\”Dominasi itu terjadi karena adanya persepsi yang salah akan ketentuan perundang-undangan.
Di sisi lain juga ketentuan perundang-undangan yang mengatur fungsi dan kewenangan BPD memberikan peluang terjadinya over kapacity dari anggota BPD,\” ujarnya.
Menurut Maria, BPD dan Kepala Tiyuh di Tubaba terjebak dalam perbedaan pandangan kewenangan, terbatasnya kulaitas SDM BPD dan Kepala Tiyuh, lemahnya koordinasi, keterbatasan oprasional BPT, rendahnya partisipasi masyarakat.
\”Sebagai salah satu solusi alternatif, pemerintah daerah Tubabara harus segera melakukan upaya-upaya penguatan kapasitas BPT dan masyarakat desa, dengan melakukan pelatihan serta orintasi tugas BPD maupun kepala tiyuh mengenai fungsi dan kedudukan dalam menjalankan pemerintahan desa,\” kata dia.

Guru Tubaba Ikuti Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

 
Sosialisasi empat pilar kebangsaan yang diikuti guru di Tubaba. (foto:lampost/a.sobirin)

Guru Tubaba Ikuti Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

PANARAGAN (Lampost.co)– Anggota DPR RI, Alimin Abdullah meminta kepada semua guru/ASN dan PNS yang bertugas di kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) dapat menjadi contoh bagi anak didiknya dan masyarakat dalam penerapan empat pilar kebangsaan di kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut ia sampaikan dalam acara sosialisasi empat pilar kebangsaan MPR – RI yang di ikuti guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Sekertariat Kabupateb Tubaba, di aula SMAN 1 Tumijajar Kelurahaan Dayamurni, Kecamatan Tumijajar, Sabtu (16/9/2017).
\” Mari sosialisasikan dan ajarkan kepada anak murid dan masyarakat tentang empat pilar, agar bangsa kita dengan generasi penerus kita dapat maju dan berdaya saing dengan negara lain,\” ujarnya.
Empat pilar yang di maksud adalah mengamalkan Pancasila sebagai Dasar Idiologi Negara, UUD Negara RI sebagai konstitusi serta ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhineka tunggal Ika sebagai semboyan negara.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Tubaba, Fauzi Hasan, Alimin Abdulah selaku  ketua Fraksi Partai PAN DPR RI, Hermanto Fraksi PKS, Beny Rahmadhani anggota DPD RI, Djasamen Purban anggota DPD RI dan Ketua PGRI Tubaba Yudo Utomo berikut seluruh Kepala sekolah SD, SMP, SMA dan SMK se Tubaba.
Wakil Bupati Tubaba mengucapkan terima ksih kepada anggota MPR- RI sehingga terlaksana kegaiatan tersebut.
\”Upaya anggota MPR-RI yang melaksanakan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Ini tentu sangat mendukung dan memberikan efek positif yang berguna untuk kabupaten Tubaba agar lebih maju sesuai dengan Moto Kita Yaitu Nenemo ( Nemen,Nedes dan Nerimo ) dan Top (Terdepan,Optimisrtis dan Pasti Maju ),\” kata Wakil Bupati.

Lahan Stadion Tubaba Dialihkan untuk Mapolres

Asisten II Pemkab Tubaba Sakib Arsalan dan Kabid Binamarga Baharudin meninjau lokasi jalan protokol menuju lokasi lahan stadion di Panaraganjaya, Senin (18/9/2017). (Foto: Dok. Lampost)
 

Lahan Stadion Tubaba Dialihkan untuk Mapolres

PANARAGAN (lampost.co) — Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) akan mengalihkan lahan stadion seluas 4 hektare untuk lokasi pembangunan Mapolres Tubaba. Lahan yang berada dilokasi jalan protokol di belakang rumah dinas bupati tersebut diajukan sebagai lahan pengganti lokasi Polres seluas 10 hektare di  Tiyuh Pagardewa. \”Ya lahan stadion seluas 4 hektare di Panaraganjaya akan dialihkan untuk lahan Mapolres. Untuk lahan yang di Pagardewa tidak memenuhi syarat makanya kita ajukan lahan pengganti,\” ujar Asisten II Pemkab Tubaba, Sakib Arsalan, Senin (18/9/2017).

Sakib mengatakan pengajuan lahan tersebut sebagai persyaratan yang diminta pihak kepolisian sebagai dasar pengajuan pembangunan Mapolres Tuba. Untuk sementara disiapkan 4 hektare dan tahun depan akan kembali ditambah seluas 1 hektare. \”Selain menyiapkan lahan, pemkab juga sudah menyiapkan kantor polres sementara di eks kantor bupati didekat lapangan Panaraganjaya,\” kata dia.

Pemda Tubaba Siap Bantu Bangun Fasilitas Mapolres

Biro Perencanaan Umum dan Anggaran Polda Lampung Kombes Pol Wawan, saat melakukan kunjungan ke lokasi Mapolres Tulangbawang Barat, Selasa (19/9/2017). (Foto: Lampost/Ahmad Sobirin)
 

Pemda Tubaba Siap Bantu Bangun Fasilitas Mapolres

PANARAGAN (lampost.co) — Pemerintah daerah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) melakukan prosesi serah terima tanah hibah untuk lokasi calon markas kepolisian resort Tulangbawang Barat kepada Mabes Polri di ruang rapat bupati, Selasa (19/9/2017).

Bupati Tubaba Umar Ahmad menjelaskan alasan utama Pemda Tubaba menghibahkan tanah seluas lima hektare di Kelurahan Panaragan Jaya tersebut sebagai bagian perencanaan pemerintah daerah dalam membangun daerah perkotaan di kabupaten setempat. \”Hibah ini direncanakan sebagai pengembangan kawasan perkotaan, atau kota di kawasan transmigrasi, karena kawasan ini, daerah ini, kota ini akan dikelola, akan ditata, makanya salah satu diantaranya yang dibutuhkan untuk pengelolaan kota ini adalah bagaimana kita untuk menghadirkan rasa aman di wilayah kabupaten Tubaba ini,\” ujarnya.

Umar menambahkan, \”Ini sesungguhnya bukanlah hanya kepentingan Polri untuk membangun ini namun Pemda juga pasti akan maksimal dalam mewujudkan kehadiran polres di Tubaba,\” kata dia. Untuk membuktikan komitmen tersebut pemda Tubaba tidak hanya menghibahkan tanah namun juga akan membangun fasilitas yang dibutuhkan. \”Komitmen kami akan siap membangun gedung dan fasilitas perkantoran untuk mendukung Mapolres tersebut,\” ujar Umar.

Belanja APBD Perubahan Tubaba Rp1 Triliun

 
Bupati Tubaba Umar Ahmad menerima draf APBD dari Ketua DPRD Busroni, Selasa *19/9/2017). (Foto:Lampost/Merwan)

Belanja APBD Perubahan Tubaba Rp1 Triliun

PANARAGAN–(Lampost.co)–DPRD Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) mengesahkan belanja APBD Perubahan 2017 sebesar Rp1,013 triliun. Pengesahan APBD tersebut disahkan dalam sidang paripurna, Selasa (19/9/2017).
Dalam sidang paripurna pembicaraan tingkat II RAPBD tersebut tujuh fraksi di DPRD setempat menyatakan sepakat APBD perubahan 2017 disahkan menjadi Perda APBD dengan total pendapatan sebesar Rp880,5 miliar.
Pedapatan tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp. 61,9 miliar. Dana Perimbangan, berjumlah  Rp670,1 miliar dan Lain-lain pendapatan yang sah Rp148,4 miliar.
Sidang paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD Tubaba, Busroni, dan dihadiri langsung Bupati Tubaba Umar Ahmad. \”APBD Perubahan ini merupakan penataan dari APBD murni. Penataannya tetap mengedepankan kegiatan yang menyentuhlangsung masyarakat,\”ujar Busroni.

Berenang di Bendungan, Adi Saputra Tewas Tenggelam

Di Bendungan ini dua bocah berenang dan satu berhasil ditolong, sementara Adi ditemukan tewas tenggelam

PANARAGAN (Lampost.co)– Adi Saputra (10), putra dari Supardi warga,Tiyuh Mulyajaya kecamatan Gunung Agung Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) tewas tenggelam di bendungan tiyuh diduga korban tewas akibat tenggelam, Rabu (20/9/2017) sekira pukul 14.30.
Sebelum kejadian diketahui korban bersama temannya Agung Saputra (9) pamit pergi untuk bermain layang layang di sekitar bendungan  di Tiyuh Sukajaya, yang berjarak sekitar 200 meter dari kediaman korban.
\”Mereka mandi di bendungan dan keduanya ternyata tidak bisa berenang, saat itu saya dengar mereka teriak minta tolong,\” kata Siswanto (50), saksi yang melihat kejadian tersebut.
Siswanto berhasil menolong Agung, sementara Adi tidak ditemukan saat itu, dengan dibantu warga sekitar segera melakukan pencarian di sekitar bendungan, tidak berselang lama jasad korban ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa sekitar pukul 18.30 wib. Atas permintaan keluarga, korban segera di makamkan di pemakaman umum tiyuh setempat.

TOP MAGAZINE

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai