Arsip Tag: blockchain

Manfaat Blockchain sebagai internet of things (IoT)


Kumpulan Manfaat Blockchain, blockchain sebagai internet of things (IoT), Blockchain Sebagai Pemerintahan, Manfaat Blockchain sebagai pengiriman uang, Teknologi Blockchain bisa di gunakan cek identitas digital, blockchain digunakan game, blockchain digunakan system pemerintahan, blockchain sebagai internet of things (IoT), manfaat blockchain sebagai kesehatan, manfaat blockchain sebagai kegiatan amal, Blockchain.

Apa itu Internet of Things?

Sejak awal mula Revolusi Digital pada tahun 1950-an, banyak sekali teknologi terobosan diciptakan. Walaupun pada awalnya hal ini terbatas hanya untuk beberapa individu, industri ini berkembang secara pesat dan banyak sekali teknologi yang unik menjadi tersebar dan mudah dipergunakan.
Munculnya berbagai macam jenis perangkat inovatif (seperti chip RFID, sensor, dan Internet) dan kemudahan dalam mengakses hal tersebut akhirnya melahirkan konsep Internet of Things (IoT). Teknologi IoT menandakan sebuah pergerakan signifikan dalam Era Komputer yang mengizinkan perangkat lain selain komputer untuk terhubung ke Internet.

Sejarah IoT

IoT pertama kali digunakan di MIT, dimana mahasiswa universitas tersebut menggunakan sensor murah untuk memonitor dan mengisi-ulang mesin dispenser coca-cola mereka. IoT lebih berkembang pada tahun 1994 pada saat sebuah artikel jurnal diterbitkan oleh Reza Raji dimana ia memberikan sebuah ide untuk sebuah pengiriman paket data untuk mengotomatiskan rumah dan pabrik.
Sekitar tahun 1990-an, Microsoft, bersama dengan perusahaan lainnya memulai bereksperimen dengan ide yang serupa, dan dari tahun 2002 keatas, banyak media mulai mendiskusikan terobosan melalui IoT – seperti kegunaan perangkat cerdas yang terkoneksi satu dengan yang lainnya sembari memonitor informasi sistem. Namun, tahun 2008 dianggap oleh banyak orang sebagai tahun resmi munculnya industri IoT, dimana lebih banyak perangkat elektronik yang terhubung ke Internet dibandingkan manusia.

Bagaimana cara kerja IoT?

Teknologi IoT pada dasarnya adalah perhubungan dari beberapa perangkat fisik dan objek yang biasanya terdiri dari jaringan sensor dan perangkat bukan-komputer yang berkomunikasi dengan komputer dan/atau perangkat lainnya melalui internet. Ini dapat mengikutsertakan kegunaan termostat, pemantau detak jantung, pemancar air, dan sistem pengaman rumah. Inovasi teknologi IoT mengizinkan pelacakan jarak jauh, pengontrolan, pengotomatisan, dan pemeriksaan status untuk berbagai macam perangkat dan sensor, yang dapat digunakan pada rumah cerdas dan mobil otomatis.

IoT untuk kegunaan pribadi dan lokalisasi

Teknologi IoT dapat digunakan dalam berbagai macam cara untuk kegunaan pribadi dan lokalisasi. Contoh umum yang berhubungan konsep pengotomatisan rumah, dimana beberapa perangkat digunakan untuk melacak dan mengontrol kegunaan lampu, pendingin dan pemanas ruangan, dan juga sistem keamanan.
Perangkat-perangkat ini dapat dihubungkan ke alat pribadi lainnya seperti jam pintar (smart watch) dan ponsel cerdas (smartphone), atau juga untuk mendedikasikan pusat perangkat cerdas (hub) yang didesain untuk menghubungkan berbagai macam produk cerdas untuk rumah (seperti TV dan kulkas cerdas).
Rumah otomatis juga memiliki pontensi untuk meningkatkan secara signifikan kualitas hidup para lansia dan individu yang memiliki keterbatasan dengan memberikan teknologi pembantu untuk mereka – terutama untuk mereka yang memiliki keterbatasan penglihatan, pendengaran, atau motorik.
Ini mengikutsertakan kegunaan sensor real-time yang memperingatkan anggota keluarga jika detak jantung saudara mereka tidak normal atau mengalami kecelakaan. Contoh menarik lainnya adalah kegunaan kasur cerdas untuk mendeteksi apakah kasur tersebut dipakai atau tidak, dan hal ini sudah diuji coba oleh beberapa rumah sakit untuk melacak pasien yang meninggalkan kasurnya. 

IoT untuk kegunaan komersil dan industrial

Beberapa contoh kegunaan IoT untuk industrial dapat mengikutsertakan penggunaan sensor untuk melacak kondisi lingkungan, seperti temperatur, kelembaban, tekanan angin, dan kualitas. Perangkat IoT dapat juga digunakan oleh petani untuk melacak apakah hewan ternak mereka kehabisan makanan atau minuman, atau oleh produsen untuk menyadari jika sebuah produk penting akan habis. Mereka dapat juga mengatur mesin untuk bekerja secara otomatis untuk memesan lebih banyak produk jika persediaan kurang dari titik tertentu.

Batasan

Internet of Things membawa banyak sekali inovasi menarik dan pastinya ada untuk tetap ada. Mengenai keterbatasannya, satu keterbatasan dalam penggunaan sistem IoT untuk perusahaan dan perumahan adalah peningkatan jumlah perangkat yang dibutuhkan untuk terhubung dan dipantau (dan banyak dari hal tersebut bergantung pada koneksi Internet).
Jika implementasi kurang baik, perusahaan dan pemilik rumah mungkin harus menghubungkan kepada beberapa aplikasi berbeda untuk memonitor berbagai perangkat mereka. Ini akan membuat IoT menjadi lebih memakan waktu dan kurang menarik untuk potensi pelanggan.
Untuk hal ini, beberapa perusahaan seperti Apple dan Lenovo membuat aplikasi yang mengizinkan perangkat untuk dikontrol dalam lingkungan ekosistem iOS, termasuk dengan penggunaan perintah suara. Serambi IoT lainnya bekerja di sekitar pusat pengontrol yang tidak membutuhkan Internet atau akses WiFi, perangkat Echo milik Amazon dan SmartThings Hub milik samsung adalah contoh terbaik untuk hal ini.
Maka dari itu, IoT bekerja melalui perangkat yang terhubung kepada sensor, yang seringkali terhubung ke Internet dengan sendirinya atau melalui penerima sinyal WiFi lainnya, yang mengizinkan pengontrolan, pemrograman, dan pemantauan sentral. 

Mata uang digital IoT

Banyak sistem IoT seringkali bergantung pada transaksi finansial berukuran mikro antara objek digital, dan hal ini membutuhkan perangkat IoT untuk terhubung dalam sebuah cara yang mengizinkan apa yang disebut sebagai ekonomi machine-to-machine (M2M) – yang pada dasarnya adalah pertukaran uang antar perangkat bukan-manusia. Dalam konteks tersebut, ada sebuah peningkatan permintaan untuk mata uang IoT, dan mata uang digital sangatlah cocok untuk hal tersebut.
Pertamanya, banyak yang percaya bahwa blockchain sendiri dapat menjadi rangka kerja dasar untuk ekonomi M2M dikarenakan hal ini sangat cocok untuk pembayaran mikro dan sudah digunakan secara meluas dengan mata uang digital. Akan tetapi, banyak jaringan blockchain memiliki performa yang terbatas dalam kapasitasnya memproses transaksi per detik (TPS).
Ini dapat berarti banyak dari implementasi blockchain berbasis Proof of Work dan Proof of Stake yang sudah ada saat ini, yang memiliki keterbatasan dalam hal penskalaan membuat mereka tidak cocok untuk memproses transaksi mikro M2M dalam skala besar. Akan tetapi, sangatlah penting untuk mengetahui bahwa banyak sekali proyek blockchain yang bekerja untuk solusi penskalaan, seperti Bitcoin Lightning Network dan juga Ethereum Plasma.

IOTA

IOTA (Internet of Things Application) adalah sebuah proyek yang menitik beratkan kepada solusi IoT dan bertujuan untuk menjadi tulang punggung dari ekonomi M2M yang akan muncul. Ini adalah sebuah protokol buku kas terdistribusi yang bersifat open-source, dan tidak seperti Bitcoin dan mata yang digital lainnya, IOTA tidak membutuhkan penambang untuk menambang untuk memverifikasi transaksi. IOTA tidak didasarkan oleh jaringan blockchain, akan tetapi oleh sebuah saluran transaksi yang saling berhubungan yang disebut dengan tangle.
Tangle berisikan sebuah jaringan dimana transaksi dapat diverifikasi secara langsung oleh pengguna yang mengumpulkannya, selama mereka sudah menyelesaikan dua transaksi sebelumnya. Batas transaksi per detik yang dapat diproses secara langsung berhubungan dengan jumlah pengguna dalam jaringan. 
IOTA adalah sebuah mata uang digital yang kompleks dan masih dalam tahap eksperimental dan satu-satunya yang menggunakan arsitektur tangle. Masih banyak masalah teknis yang sudah dilaporkan, dan struktur tangle masih harus membuktikan efisiensinya. Meskipun demikian, proyek ini memberikan sebuah konsep yang sangat menarik dan inovatif, dan jika pengembang berhasil mengalahkan limitasi potensi, hal ini dapat menjadi sangat cocok untuk perekonomian IoT dan M2M. 

Konklusi

Internet of Things (IoT) akan mengizinkan pengotomatisan, supervisi, dan pengontrolan perangkat dalam skala besar, yang secara pastinya meningkatkan kualitas hidup dan meningkatkan efisiensi dalam berbagai industri. Ada kesempatan besar bahwa mata uang digital menjadi bagian dari revolusi IoT, sebagai uang digital untuk perekonomian transaksi mikro dan M2M. 
sekarang ini hanya sedikit proyek mata uang digital yang menargetkan industri IoT, akan tetapi kita akan melihat lebih banyak proyek diciptakan di masa yang akan datang, seiring dengan berkembangnya teknologi ini. 

Blockchain, Manfaat Blockchain digunakan System Kepemerintahan



Kumpulan Manfaat Blockchain, Blockchain Sebagai Pemerintahan, Manfaat Blockchain sebagai pengiriman uang, Teknologi Blockchain bisa di gunakan cek identitas digital, blockchain digunakan game, Blockchain digunakan system pemerintahan, blockchain sebagai internet of things (IoT), manfaat blockchain sebagai kesehatan, manfaat blockchain sebagai kegiatan amal, ITcrypto.



Walaupun teknologi blockchain awalnya di desain untuk berfungsi sesuai dengan arsiktektur Bitcoin, sekarang ini, teknologi ini sudah digunakan dalam berbagai macam bidang. Salah satu dari kegunaan ini adalah pemerintahan, dimana sistem terdistribusi memiliki sebuah potensi untuk secara besar merubah sektor publik ini.

Mengapa pemerintah harus mempertimbangkan pengadopsian blockchain?

Pengadopsian Blockchain sebagai system kepemerintahan. Meskipun banyak sekali potensi kelebihan di bidang pemerintahaan, ada banyak alasan besar mengapa pemerintah harus mempertimbangkan pemanfaatan teknologi blockchain. Alasan ini termasuk peningkatan desentralisasi, integritas data, dan transparansi – bersama  dengan peningkatan efisiensi dan pengurangan biaya operasional.

Manfaat Blockchain digunakan Pemerintah

Ada banyak cara yang berbeda-beda untuk membangun blockchain, akan tetapi, sebagai sebuah sistem terdistribusi, semuanya memberikan sebuah tingkat desentralisasi. Ini dikarenakan jaringan blockchain dikelola oleh banyak sekali node komputer, yang bekerja secara harmonis untuk memverifikasi dan memvalidasi semua data. Yang pada dasarnya, mereka harus mencapai konsensus dan menyetujui keadaan database, menjaga versi data yang sebenarnya.

Desentralisasi dan integritas data Blockchain

Sistem blockchain dapat mencapai sebuah tingkat keabadian yang tinggi, dan kerangka kerja mereka dapat di-custom untuk memastikan bahwa informasi hanya dapat diakses, dan dalam beberapa kasus, diubah oleh pihak yang berwenang. Pada prakteknya, instansi pemerintah yang berbeda-beda dapat bertindak sebagai validator, dengan setiap dari mereka berkontribusi terhadap proses pendistribusian dan verifikasi data. Hal ini akan sangat mengurangi kemungkinan perubahan data dan penipuan.
Dalam skenarionya, organisasi non-pemerintah, universitas, dan warga negara juga dapat diikutsertakan dalam node validasi, yang dapat menghasilkan sebuah tingkatan desentralisasi yang lebih tinggi.

Terlebih lagi, mekanisme verifikasi ini dapat mencegah kesalahan umum lainnya, seperti kesalahan data entry (contoh: sebuah data blok yang kurang informasi dasar akan ditolak oleh jaringan node terdistribusi).

Selain itu, Manfaat blockchain dapat memainkan peran penting dalam proses pemilihan umum. Sebuah pemilihan yang adil dan terbuka adalah sebuah batu penjuru dari demokrasi, dan tingkat keabadian blockchain yang tinggi membuatnya menjadi sebuah solusi yang sangat baik untuk memastikan bahwa suara pemilih tidak diubah-ubah.

Diluar memberikan tambahan keamanan untuk suara pemilih, blockchain juga memiliki potensi untuk mentransformasi sebuah pemungutan suara online yang aman menjadi kenyataan. Negara bagian Virginia Barat menjalankan sebuah percobaan perdana pada dunia nyata untuk sistem tersebut pada saat memungut suara pada pemilu Amerika Serikat pada tahun 2018.

Transparansi Blockchain

Database Blockchain dapat digunakan untuk menyimpan dan menjaga riwayat pemerintahan dengan sebuah cara yang menyulitkan semua orang untuk memanipulasi dan menyembunyikan informasi. Dengan model saat ini, kebanyakan data pemerintahan disimpan dalam sebuah database sentral, yang dikontrol secara langsung oleh para otoritas.

Dan beberapa dari database ini ada pada tangan beberapa orang, memudahkan manipulasi data. Dalam kasus ini, blockchain sangat cocok dikarenakan hal tersebut dapat menyebarkan proses verifikasi dan penyimpanan data kepada banyak pihak, secara efektif mendesentralisasi kekuasaan.

Jadi, blockchain dapat digunakan sebagai database transparan yang dapat menurunkan (atau meniadakan) kepercayaan di antara badan pemerintah dengan masyarakat. Sebagai contoh, beberapa pihak otoritas Eropa sedang mengeksplorasi potensi dari pencatatan yang berdasarkan blockchain guna mengurangi terjadinya sengketa properti.

Model tersebut dapat didasari sebuah sistem distribusi yang dapat diakses dan diperiksa oleh badan pemerintah dan masyarakat – dan setiap pihak dapat menyimpan sebuah salinan dari dokumen dan klaim resmi secara aman.

Satu lagi Manfaat blockchain terdesentralisasi juga dapat menawarkan akses permanen terhadap catatan penegakan hukum kepada para pejabat dan organisasi pengawas yang kemungkinan perlu untuk mengungkap korupsi dan kesewenang-wenangan kekuasaan. Dengan mengurangi atau meniadakan pihak tengah di pembagian data dan transaksi keuangan, sistem blockchain juga dapat mempersulit para pejabat pemerintahan untuk menggelapkan pelanggaran melalui perputaran dana melalui serangkaian entitas swasta yang tidak jelas.

Peningkatan Efisiensi

Alasan lain untuk menggunakan blockchain sebagai system kepemerintahan adalah untuk mengurangi biaya operasional dengan memaksimalkan efisiensi kinerja dari institusi-institusi nasional. Karena pemerintah bergantung pada dana pembayar pajak, maka sangat penting untuk pemerintah menggunakan dana tersebut secara bijak. Sistem blockchain dan kontrak cerdas dapat dipakai untuk otomasi tugas dan alur kerja, yang dapat secara signifikan mengurangi waktu dan uang yang dihabiskan dalam proses Birokrasi.

Selain pengurangan pengeluaran yang sangat praktis, hal ini juga akan membantu untuk memperkuat kepercayaan dan kepuasan dari masyarakat. Efisiensi yang lebih dan pengurangan biaya kemungkinan besar akan memberi tingkat penerimaan yang tinggi terhadap badan pemerintahan. Dan dengan memotong biaya operasional, pemerintah dapat berinvestasi di area lain seperti pendidikan, keamanan dan kesehatan masyarakat.

Pemungutan pajak juga merupakan area utama pemerintahan yang dapat mengaplikasikan teknologi blockchain. Kas induk berbasis blockchain dapat memindahkan dana di antara pihak-pihak mengikuti kondisi yang telah ditetapkan dengan mudah.

Hal ini berpotensi mengurangi biaya administrasi yang berhubungan dengan pemungutan dan pendistribusian uang pajak secara drastis dan juga menegakkan hukum perpajakan. Misalnya, dengan menyimpan catatan dan memproses laba di blockchain swasta, badan pemungutan pajak juga dapat menyediakan keamanan yang lebih baik untuk melindungi wajib pajak perseorangan dari kecurangan dan pencurian identitas.

Kekurangan dan Keterbatasan Blockchain

Meskipun Blockchain dapat digunakan untuk meningkatkan integritas, transparansi dan efisiensi data, namun juga terdapat beberapa keterbatasan dalam penggunaannya dalam sektor publik.
Menariknya, sifat kekekalan yang merupakan keuntungan dari blockchain juga merupakan kekurangannya di beberapa situasi. Ketetapan atau kekekalan data ini sangat mementingkan catatan dapat dimasukkan secara benar sebelum validasi, yang berarti perlu dipastikan akurasi dari pengambilan data awal.

Meskipun beberapa implementasi blockchain dirancang dengan lebih fleksibel, dan mengizinkan perubahan data, namun hal ini akan memerlukan konsensus atau persetujuan dari kebanyakan node-node pengesahan, yang akan menimbulkan pertanyaan terhadap desentralisasi dari sistem tersebut dan akhirnya akan menyebabkan pertentangan.

Namun, kekurangan ini dapat diselesaikan di blockchain swasta yang tidak memerlukan tingkat desentralisasi yang tinggi.

Kekhawatiran tentang privasi juga merupakan salah satu faktor, karena catatan yang ditambahkan ke dalam blockchain akan tetap ada secara permanen kepada orang yang memiliki akses terhadapnya. Hal ini akan bertentangan dengan prosedur yang dipergunakan untuk dokumen tertutup, seperti penghapusan catatan kriminal.

Di negara-negara yang mengakui hak digital untuk ‘melupakan’ sandi-sandi legal mereka, catatan yang kekal ini dapat bertentangan dengan hukum yang berlaku atau preseden peradilan. Solusi potensial untuk masalah-masalah ini mencakup pemakaian fitur burn dan teknik cryptographic, seperti zk-SNARKs dan tipe  zero-knowledge proofs lainnya.

Perlu dicatat bahwa pemerintah sendiri mungkin juga memberi halangan dalam adopsi. Dalam beberapa kasus, pihak otoritas tidak mengerti nilai dari teknologi blockchain, dan membuat mereka mengabaikan banyak potensi keuntungan. Di dalam kasus yang lebih ekstrim, pemerintahan yang memiliki banyak tindakan korupsi yang berakar akan menolak adopsi blockchain untuk melindungi kepentingan dari pejabat mereka sendiri.

Penutup

Meskipun terdapat kekurangan-kekurangan yang berpotensi terjadi, namun blockchain dapat dipergunakan untuk beberapa kegunaan dalam pemerintahan. Dengan meningkatkan transparansi dan meluruskan proses pemungutan pajak, jaringan terdistribusi dapat membantu pemerintah untuk beroperasi dengan lebih efisien dan meningkatkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Walau beberapa aplikasi masih merupakan hipotesis, namun banyak negara-negara yang sudah bereksperimen dengan blockchain.

Perlu dicatat bahwa penggunaan sistem terdigitalisasi dalam pemerintahan dimulai sejak awal tahun 2000an, bertahun-tahun sebelum penciptaan blockchain. Estonia merupakan contoh yang jelas, dimana negara tersebut meluncurkan program identitas digital di tahun 2002, dan merupakan negara pertama yang menyelenggarakan pemilihan umum melalui internet di tahun 2005. Di tahun 2014, pemerintah Estonia meluncurkan program e-Residency, yang menyatakan penggunaan blockchain untuk mengelola keamanan data digital.


Blockchain, Manfaat Blockchain digunakan dibuat untuk teknologi Internet Of Things (IoT)

Kumpulan Manfaat Blockchain, blockchain sebagai internet of things (IoT), Blockchain Sebagai Pemerintahan, Manfaat Blockchain sebagai pengiriman uang, Teknologi Blockchain bisa di gunakan cek identitas digital, blockchain digunakan game, blockchain digunakan system pemerintahan, blockchain sebagai internet of things (IoT), manfaat blockchain sebagai kesehatan, manfaat blockchain sebagai kegiatan amal. Blockchain.

Apakah Internet of Things?


Sejak awal mula Revolusi Digital pada tahun 1950-an, banyak sekali teknologi terobosan diciptakan. Walaupun pada awalnya hal ini terbatas hanya untuk beberapa individu, industri ini berkembang secara pesat dan banyak sekali teknologi yang unik menjadi tersebar dan mudah dipergunakan.

Munculnya berbagai macam jenis perangkat inovatif (seperti chip RFID, sensor, dan Internet) dan kemudahan dalam mengakses hal tersebut akhirnya melahirkan konsep Internet of Things (IoT). Teknologi IoT menandakan sebuah pergerakan signifikan dalam Era Komputer yang mengizinkan perangkat lain selain komputer untuk terhubung ke Internet.





Sejarah IoT


IoT pertama kali digunakan di MIT, dimana mahasiswa universitas tersebut menggunakan sensor murah untuk memonitor dan mengisi-ulang mesin dispenser coca-cola mereka. IoT lebih berkembang pada tahun 1994 pada saat sebuah artikel jurnal diterbitkan oleh Reza Raji dimana ia memberikan sebuah ide untuk sebuah pengiriman paket data untuk mengotomatiskan rumah dan pabrik.


Sekitar tahun 1990-an, Microsoft, bersama dengan perusahaan lainnya memulai bereksperimen dengan ide yang serupa, dan dari tahun 2002 keatas, banyak media mulai mendiskusikan terobosan melalui IoT – seperti kegunaan perangkat cerdas yang terkoneksi satu dengan yang lainnya sembari memonitor informasi sistem. Namun, tahun 2008 dianggap oleh banyak orang sebagai tahun resmi munculnya industri IoT, dimana lebih banyak perangkat elektronik yang terhubung ke Internet dibandingkan manusia.

Bagaimana cara kerja IoT?


Teknologi IoT pada dasarnya adalah perhubungan dari beberapa perangkat fisik dan objek yang biasanya terdiri dari jaringan sensor dan perangkat bukan-komputer yang berkomunikasi dengan komputer dan/atau perangkat lainnya melalui internet. Ini dapat mengikutsertakan kegunaan termostat, pemantau detak jantung, pemancar air, dan sistem pengaman rumah. Inovasi teknologi IoT mengizinkan pelacakan jarak jauh, pengontrolan, pengotomatisan, dan pemeriksaan status untuk berbagai macam perangkat dan sensor, yang dapat digunakan pada rumah cerdas dan mobil otomatis.

IoT untuk kegunaan pribadi dan lokalisasi


Teknologi IoT dapat digunakan dalam berbagai macam cara untuk kegunaan pribadi dan lokalisasi. Contoh umum yang berhubungan konsep pengotomatisan rumah, dimana beberapa perangkat digunakan untuk melacak dan mengontrol kegunaan lampu, pendingin dan pemanas ruangan, dan juga sistem keamanan. Perangkat-perangkat ini dapat dihubungkan ke alat pribadi lainnya seperti jam pintar (smart watch) dan ponsel cerdas (smartphone), atau juga untuk mendedikasikan pusat perangkat cerdas (hub) yang didesain untuk menghubungkan berbagai macam produk cerdas untuk rumah (seperti TV dan kulkas cerdas).


Rumah otomatis juga memiliki pontensi untuk meningkatkan secara signifikan kualitas hidup para lansia dan individu yang memiliki keterbatasan dengan memberikan teknologi pembantu untuk mereka – terutama untuk mereka yang memiliki keterbatasan penglihatan, pendengaran, atau motorik. Ini mengikutsertakan kegunaan sensor real-time yang memperingatkan anggota keluarga jika detak jantung saudara mereka tidak normal atau mengalami kecelakaan. Contoh menarik lainnya adalah kegunaan kasur cerdas untuk mendeteksi apakah kasur tersebut dipakai atau tidak, dan hal ini sudah diuji coba oleh beberapa rumah sakit untuk melacak pasien yang meninggalkan kasurnya. 

IoT untuk kegunaan komersil dan industrial


Beberapa contoh kegunaan IoT untuk industrial dapat mengikutsertakan penggunaan sensor untuk melacak kondisi lingkungan, seperti temperatur, kelembaban, tekanan angin, dan kualitas. Perangkat IoT dapat juga digunakan oleh petani untuk melacak apakah hewan ternak mereka kehabisan makanan atau minuman, atau oleh produsen untuk menyadari jika sebuah produk penting akan habis. Mereka dapat juga mengatur mesin untuk bekerja secara otomatis untuk memesan lebih banyak produk jika persediaan kurang dari titik tertentu.

Batasan


Internet of Things membawa banyak sekali inovasi menarik dan pastinya ada untuk tetap ada. Mengenai keterbatasannya, satu keterbatasan dalam penggunaan sistem IoT untuk perusahaan dan perumahan adalah peningkatan jumlah perangkat yang dibutuhkan untuk terhubung dan dipantau (dan banyak dari hal tersebut bergantung pada koneksi Internet).


Jika implementasi kurang baik, perusahaan dan pemilik rumah mungkin harus menghubungkan kepada beberapa aplikasi berbeda untuk memonitor berbagai perangkat mereka. Ini akan membuat IoT menjadi lebih memakan waktu dan kurang menarik untuk potensi pelanggan.


Untuk hal ini, beberapa perusahaan seperti Apple dan Lenovo membuat aplikasi yang mengizinkan perangkat untuk dikontrol dalam lingkungan ekosistem iOS, termasuk dengan penggunaan perintah suara. Serambi IoT lainnya bekerja di sekitar pusat pengontrol yang tidak membutuhkan Internet atau akses WiFi, perangkat Echo milik Amazon dan SmartThings Hub milik samsung adalah contoh terbaik untuk hal ini. 

Maka dari itu, IoT bekerja melalui perangkat yang terhubung kepada sensor, yang seringkali terhubung ke Internet dengan sendirinya atau melalui penerima sinyal WiFi lainnya, yang mengizinkan pengontrolan, pemrograman, dan pemantauan sentral. 

Mata uang digital IoT


Banyak sistem IoT seringkali bergantung pada transaksi finansial berukuran mikro antara objek digital, dan hal ini membutuhkan perangkat IoT untuk terhubung dalam sebuah cara yang mengizinkan apa yang disebut sebagai ekonomi machine-to-machine (M2M) – yang pada dasarnya adalah pertukaran uang antar perangkat bukan-manusia. Dalam konteks tersebut, ada sebuah peningkatan permintaan untuk mata uang IoT, dan mata uang digital sangatlah cocok untuk hal tersebut.


Pertamanya, banyak yang percaya bahwa blockchain sendiri dapat menjadi rangka kerja dasar untuk ekonomi M2M dikarenakan hal ini sangat cocok untuk pembayaran mikro dan sudah digunakan secara meluas dengan mata uang digital. Akan tetapi, banyak jaringan blockchain memiliki performa yang terbatas dalam kapasitasnya memproses transaksi per detik (TPS).


Ini dapat berarti banyak dari implementasi blockchain berbasis Proof of Work dan Proof of Stake yang sudah ada saat ini, yang memiliki keterbatasan dalam hal penskalaan membuat mereka tidak cocok untuk memproses transaksi mikro M2M dalam skala besar. Akan tetapi, sangatlah penting untuk mengetahui bahwa banyak sekali proyek blockchain yang bekerja untuk solusi penskalaan, seperti Bitcoin Lightning Network dan juga Ethereum Plasma.

IOTA


IOTA (Internet of Things Application) adalah sebuah proyek yang menitik beratkan kepada solusi IoT dan bertujuan untuk menjadi tulang punggung dari ekonomi M2M yang akan muncul. Ini adalah sebuah protokol buku kas terdistribusi yang bersifat open-source, dan tidak seperti Bitcoin dan mata yang digital lainnya, IOTA tidak membutuhkan penambang untuk menambang untuk memverifikasi transaksi. IOTA tidak didasarkan oleh jaringan blockchain, akan tetapi oleh sebuah saluran transaksi yang saling berhubungan yang disebut dengan tangle.


Tangle berisikan sebuah jaringan dimana transaksi dapat diverifikasi secara langsung oleh pengguna yang mengumpulkannya, selama mereka sudah menyelesaikan dua transaksi sebelumnya. Batas transaksi per detik yang dapat diproses secara langsung berhubungan dengan jumlah pengguna dalam jaringan. 


IOTA adalah sebuah mata uang digital yang kompleks dan masih dalam tahap eksperimental dan satu-satunya yang menggunakan arsitektur tangle. Masih banyak masalah teknis yang sudah dilaporkan, dan struktur tangle masih harus membuktikan efisiensinya. Meskipun demikian, proyek ini memberikan sebuah konsep yang sangat menarik dan inovatif, dan jika pengembang berhasil mengalahkan limitasi potensi, hal ini dapat menjadi sangat cocok untuk perekonomian IoT dan M2M. 

Konklusi


Internet of Things (IoT) akan mengizinkan pengotomatisan, supervisi, dan pengontrolan perangkat dalam skala besar, yang secara pastinya meningkatkan kualitas hidup dan meningkatkan efisiensi dalam berbagai industri. Ada kesempatan besar bahwa mata uang digital menjadi bagian dari revolusi IoT, sebagai uang digital untuk perekonomian transaksi mikro dan M2M. 

sekarang ini hanya sedikit proyek mata uang digital yang menargetkan industri IoT, akan tetapi kita akan melihat lebih banyak proyek diciptakan di masa yang akan datang, seiring dengan berkembangnya teknologi ini. 


Buat Game dengan Blockchain

Ekosistem blockchain berkembang dengan kecepatan tinggi, menghasilkan dampak yang terus meningkat setiap hari. Walaupun teknologi ini kebanyakan digunakan dalam jaringan mata uang kripto, ini juga memungkinkan digunakan untuk menghasilkan solusi-solusi inovatif dalam indutri yang lebih luas.
Di Binance Academy, Anda dapat menemukan berbagai jenis artikel yang mendiskusikan kegunaan blockchain. Contoh-contoh penting seperti kesehatanpemerintahanrantai pasokanIoT, dan amal.

Tetapi apakah Anda tahu bahwa teknologi blockchain juga sedang mengubah industri game?

Industri game saat ini

Saat ini mayoritas game online mengikuti model sentralisasi. Ini berarti bahwa semua data yang terlibat disimpan pada server yang sepenuhnya dikendalikan oleh administrator game.
Biasanya, data meliputi informasi akun dan riwayat server – yang merekam dan menyimpan semua kegiatan dan aset-aset in-game yang dikumpulkan oleh pemain (seperti barang koleksi, item, dan uang virtual).
Karena database dimiliki oleh perusahaan tunggal, para pemain tidak memiliki kepemilikan nyata dari akun dan item-item mereka. Juga, server tersentralisasi memiliki banyak batasan dan kerentanan, yang mungkin meliputi:
Kerusakan server karena masalah teknis
Penyusupan sistem oleh peretas
Penutupan game
Larangan akun yang tidak semestinya
Kurangnya transparansi dalam hal mekanisme dan tarif game
Manipulasi ekonomi game oleh pengembang dan administrator
Dengan kata lain, kekuasaan ada di tangan perusahaan game. Tapi untungnya, teknologi blockchain mampu menghapuskan atau memitigasi kebanyakan dari masalah-masalah ini.

Bagaimana cara kerjanya?

Sebagai database terdistribusi, sistem yang berbasis blockchain dapat digunakan untuk memverifikasi dan mengamankan semua jenis data digital, termasuk riwayat in-game, item-item digital, dan aset-aset yang ditokenisasi. Ide utamanya adalah untuk mengambil alih kekuasaan dari perusahaan game dan memberikannya kembali kepada para pemain.
Dengan begini, setiap pemain dapat memiliki kendali penuh atas akun dan aset digital mereka, dan mereka bebas untuk menukarkan aset-aset ini setiap saat. Ada beberapa metode berbeda dalam pengembangan dan pemeliharaan game blockchain.

Bagaimana blockchain berdampak terhadap dunia game?

Bagian ini memperkenalkan beberapa cara paling umum di mana teknologi blockchain dapat berdampak pada industri game.

Kepemilikan nyata

Sebagaimana telah disebutkan, game berbasis blockchain memungkinkan para pemain untuk memiliki kepemilikan permanen dan kendali penuh atas aset-aset in-game mereka. Biasanya, setiap aset diwakili oleh sebuah non-fungible token (NFT) yang unik, seperti token-token ERC-721.
Aset-aset ini adalah kartu in-game, skin, perlengkapan, dan karakter. Tetapi apapun jenis asetnya, semuanya dapat ditautkan ke token-token blockchain, yang dikelola oleh sebuah jaringan terdistribusi.

Pasar terdesentralisasi

Perusahaan game memiliki kekuatan untuk memanipulasi drop rate dan ekonomi game mereka. Mereka juga dapat mengunci atau mengikat item-item in-game, sehingga tidak dapat diperdagangkan.
Sebaliknya, game yang dibangun di atas jaringan blockchain memungkinkan terciptanya pasar desentralisasi. Ini membuat para pemain tidak harus mempercayai pemain lainnya, sementara juga memberikan sifat tahan sensor. Semua pemain dapat dengan bebas untuk membeli, menjual, dan menukarkan aset-aset in-game mereka dengan cara peer-to-peer.
Merampingkan pembayaran
Blockchain dan smart contracts memiliki kemampuan untuk mengurangi biaya dan mempercepat transaksi keuangan. Juga dapat mempermudah semua jenis pembayaran, tidak hanya untuk pertukaran di antara para pemain (peer-to-peer) tetapi juga di antara pemain dan pengembang.
Game multi-semesta
Dengan menautkan data in-game dan item-item ke token blockchain, para pemain dapat menukarkan aset mereka di antara game-game yang berbeda. Ini juga memungkinkan untuk mendaur ulang aset digital mereka sambil mempermainkan game yang berbeda.
Karena item game diwakili menggunakan token digital, para pemain dapat menukarkan token-token ini ke pasar game yang lain, yang ada dalam blockchain yang sama.
Arena bermain yang fair
Tergantung pada implementasinya, blockchain memungkinkan terciptanya server game yang open-source, terdistribusi, dan transparan. Dengan begitu, mekanisme game hanya dapat diubah jika mayoritas jaringan memilihnya.
Selain itu, sifat bawaan terdistribusi dari blockchain mencegah peretas dan penipu untuk menggangu game karena tidak ada single point of failure.
Game tak terbatas
Ketika game berada dalam server tersentralisasi, pengembang dapat mengabaikan dan menutup game kapan saja. Dengan blockchain, para pemain dapat terus memainkan game meskipun pengembang sudah tidak ada.
Sepanjang jaringan blockchain tetap berjalan, game akan tetap hidup. Pada beberapa kasus, pengambang baru mengambil alih untuk melanjutkan perkembangan proyek.
Keterbatasan
Walaupun teknologi blockchain membuka cakrawala baru dalam lingkungan game, tetap saja masih ada tantangan-tantangan besar yang harus dihadapi. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:
Skalabilitas. Blockchain cenderung lebih lambat dibandingkan jaringan tersentralisasi, yang membuatnya sulit untuk diadopsi dalam skala global.
Kurangnya adopsi. Walaupun terdapat ratusan game blockchain tersedia, permintaan masih sangat rendah. Kebayakan game memiliki jumlah pemain yang sangat sedikit.
Sentralisasi. Tidak semua game berbasis blockchain sepenuhnya terdesentralisasi. Beberapa memang menggunakan token ERC-721 atau token dari blockchain lain tetapi sesungguhnya dijalankan pada server tersentralisasi.
Kesederhanaan. Ada beberapa yang lebih baik, tetapi kebanyakan game blockchain terlalu sederhana untuk merarik perhatian para pemain yang menghargai gambar berkualitas atau menginginkan pengalaman bermain yang rumit.
Hambatan masuk. Mengumpulkan dana untuk memulai dan mengelola game blockchain memang agak menantang. Kurangnya adopsi, bersamaan dengan masalah skalabilitas dapat menghambat pekerjaan para pengembang.
Kompetisi. Game blockchain sering dikembangkan oleh group independen yang kecil (game indie). Tim ini mungkin akan menemukan kesulitan dalam bersaing dengan perusahaan-perusahaan game besar dari dunia tersentralisasi.
Untungnya, berbagai solusi sedang dikembangkan. Beberapa tim sedang menguji Ethereum PlasmaLightning Network, dan Layer 2 lainnya untuk mengatasi masalah skalabilitas.
Contoh game blockchain
Jika dibandingkan dengan industri game tradisional, game blockchain masih sangat baru dan relatif kecil. Namun, telah ada ratusan DApps dan game dibangun di atas jaringan blockchain.
Kebanyakan game dijalankan di atas blockchain Ethereum, tetapi terdapat juga daftar proyek yang berkembang pada jaringan lainnya, seperti EOS, Enjin, Loom, TRON, ONT, NEO, VeChain, dan IOST. Sedikit contoh game berbasis blockchain meliputi:
Decentraland (platform realitas virtual)
Cryptokitties
Gods Unchained
My Crypto Heroes
Cheeze Wizards
Crypto Space Commander
Mythereum
Axie Infinity
HyperSnakes
EOS Dynasty
EOS Knights
Beyond the Void
CryptoZombies
Relentless
HyperDragons Go
CryptoWars
Penutup
Sangat jelas bahwa teknologi blockchain memiliki potensi besar dalam industri game. Blockchain memberikan kemajuan signifikan bagi para pemain dan pengembang, khususnya dalam hal desentralisasi, transparansi, dan interoperabilitas. 
Jika pengembang dapat mengatasi batasan-batasan besar yang ada, blockchain kemungkinan akan mengubah dunia game ke arah yang lebih baik, dan kita akan melihat bidang baru dalam dunia hiburan yang memberikan kebebasan kepada para pemain.
Source : Binance.vision