Arsip Tag: Traveling

Ini dia taman rekreasi keluarga yang hipnotis warga berulang kali

Hai sahabat alima….!!  jika kalian mau tau uniknya rumah adat sesat agung lampung, uniknya masjid islamic center, unik dan indahnya taman bonsai, ingin memanjakan mata, ingin menenangkan hati dan pikiran, cinta anak cinta keluarga, maka tempat yang tepat untuk anda kunjungi adalah wisata adat nuwo sesat agung dan wisata religi masjid islamic center di kabupaten tulang bawang barat propinsi lampung.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Tempat wisata ini cocok untuk semua kalangan dan usia, berada di satu lokasi yang sama dan saling berdampingan yang melambangkan hubungan antara sesama manusia (nuwo sesat agung) dan hubungan antara manusia dan Allah SWT (Masjid islamic center). Objek wisata ini oleh masyarakat lebih sering di kenal islamic center, di bangun oleh pemerintah sejak tahun 2015. Meskipun belum selesai 100%, objek bangunan adat dan religi ini telah resmi dibuka untuk umum sejak 2017 yang mampu menghipnotis masyarakat berulang kali [iya tah..lah iya], termasuk saya sebagai warga yang tinggal di dekat lokasi sering datang berulang kali [terkena hipnotis kali nih].
Untuk kegiatan umum, selain melihat keunikan nuwo sesat agung dan islamic center kabupaten tulang bawang barat, pengunjung dapat menikmati pemandangan taman bonsai yang unik mulai ukuran kecil hingga besar, kolam berisi berbagai jenis ikan yang mengelilingi masjid dan rumah adat, taman hiburan anak-anak dengan berbagai macam jenis alat permainan dan masih banyak kegiatan lainya. Dari setiap kegiatan tentunya tidak lupa berselfie ria foto sana foto sini sebagai dokumentasi dan bukti kita pernah ada disini.hehehe..


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Untuk kegiatan religi, selain sebagai tempat sholat lima waktu pengelola masjid juga mengadakan pengajian rutin setiap malam minggu dan terbuka untuk umum. Pengelola masjid juga mengadakan taman pendidikan kanak dan anak untuk masyarakat yang ingin menitipkan putra dan putrinya menuntut ilmu agama seperti mengaji, hafalan qur’an, baca tulis qur’an dan lainnya (untuk lebih jelasnya silahkan temui pengelola masjid).
Untuk kegiatan adat, hingga tulisan ini terbit per juli 2017 saya belum mendapatkan informasi nyata adanya kegiatan rutin oleh pengelola rumah adat (nuwo sesat agung). Sebagai usulan kedepan selain untuk acara resmi adat, bisa juga difungsikan sebagai tempat latihan menari adat, drama adat, gitar klasik dan lainnya yang tentunya terjadwal dan tidak mengganggu aktifitas religi (islamic center). 
Dengan adanya berbagai macam kegiatan yang bermanfaat, tentu akan menghipnotis warga berulang kali untuk berkunjung ke salah satu objek wisata kabupaten tulang bawang barat propinsi lampung. Pedagang sejahtera, warga bahagia, pemerintah jaya.

Pengunjung Sepi, Pedagang satu persatu menghilang dari Tugu Rato Nago Besanding?

Tugu Rato Nago Besanding merupakan salah satu ikon wisata yang dikelola oleh pemerintah kabupaten tulang bawang barat propinsi lampung. Tugu ini dibangun pada tahun 2015, berada di wilayah tiyuh panaragan jaya kecamatan tulang bawang tengah. Tempat berdirinya tugu ini  dahulu oleh masyarakat sekitar disebut simpang hasan dan ada juga yang menyebut simpang kagungan. Baca di kisah balik sebelum tegaknya tugu ratu nago besanding.



(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Dibangunnya tugu nago besanding sejak 2015 sudah menjadi daya tarik dan tanda tanya masyarakat yang lalu lalang di simpang hasan “apakah gerangan yang akan di bangun pemerintah kabupaten tulang bawang barat ?”. Lambat laun mulai terlihat jelas bentuk sepasang naga besar yang menarik kereta kencana yang ditunggangi seorang kusir yang membawa seorang raja dan ratu penguasa dari kerajaan tulang bawang. Bangunan ini diberi nama tugu ratu nago besanding.

Setelah tugu selesai dibangun dan dibuka untuk umum, dengan penuh kharisma dan keunikan tugu nago besanding menjadi daya pikat yang menyerap perhatian masyarakat sekitar dan dari daerah lain untuk singgah, bersantai, berfoto-foto selfie sambil menikmati jajanan-jajanan yang dijual para pedagang. Mulai dari pagi hingga malam hari tugu ratu nago besanding tidak pernah sepi pengunjung, jadi jangan heran meskipun kita lewat berulang kali pasti tugu ini dipenuhi pengunjung. Maklum tugu ini menjadi ikon cikal bakal tata kota perdana yang mampu menjadi daya tarik wisata lokal maupun daerah lain bahkan luar lampung. Apalagi semenjak adanya isu bahwa ternyata salah satu patung yaitu patung sang ratu berubah posisi dari tempat semula dimana patung sang ratu maju selangkah dan tidak lagi sejajar dengan patung sang raja. Hal ini sontak membuat pengunjung semakin bertambah dan penasaran lantaran adanya berita misteri sang ratu pindah posisi tanpa adanya kerusakan pada bagian bangunan. 


Ternyata, daya pikat tugu ratu nago besanding semakin lama semakin pudar terutama mulai tahun 2017. Para pengunjung mulai sepi dan satu persatu pedagang menghilang hanya tersisa satu atau dua pedagang yang masih setia menemani sang raja dan ratu nago besanding. Tidak seperti tahun 2016 yang sangat ramai wisatawan lokal dan luar daerah, kini tugu ratu nago besanding hanya sebagai perlintasan dan persinggahan para pelancong baik lokal maupun luar daerah untuk sekedar berfoto-foto selfie saja. 


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Ada apakah gerangan??.. kenapa pengunjung mulai sepi dan kemana para pedagang menghilang !!. Penyebabnya tidak lain adalah karena adanya lokasi wisata baru sebagai tempat rekreasi keluarga. Lebih luas, aman, damai, menyejukkan hati dan mata yang dapat dinikmati untuk semua kalangan dan semua usia. Jaraknya tidak jauh dari tugu ratu nago besanding yaitu wisata adat lampung berupa nuwo sesat agung dan wisata religi berupa bangunan masjid islamic center. Bangunan ini dikelilingi oleh keindahan taman bonsai-bonsai besar maupun kecil pilihan, kolam yang berisi berbagai jenis ikan, permainan hiburan untuk anak-anak bahkan yang terpenting adalah program religi berupa Taman Pendidikan Anak untuk menciptakan para hafidz qur’an dan da’i cilik menuju pemuda dan pemudi yang berakhlak mulia.

Meskipun bangunan belum 100% selesai, semenjak nuwo sesat agung dan islamic center kabupaten tulang bawang barat berdiri dan dibuka untuk umum tahun 2017, para pengunjung dan pedagang mulai beralih perhatian menuju lokasi wisata baru yang lebih ramai wisatawan baik lokal maupun luar daerah. Untuk lebih jelasnya ayooo.. kunjungi objek wisata di kabupaten tulang bawang barat propinsi lampung, karena masih banyak tempat rekreasi wisata lainnya yang wajib dikunjungi.



(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kisah balik sebelum tegaknya Tugu Rato Nago Besanding di Kabupaten Tulangbawang Barat

Sebagai seorang warga yang berdomisili di tiyuh panaragan jaya yakni tulung naga (rawa naga) atau lebih tenarnya rawa kebo (rowo kebo), saya tertarik untuk menulis kisah balik sebelum tegaknya tugu rato nago besanding sebagai cikal bakal salah satu ikon wisata di kabupaten tulang bawang barat propinsi lampung.

Sebelum tugu rato nago besanding berdiri kokoh, dahulu tempat ini oleh masyarakat sekitar sering disebut simpang hasan karena disekitar simpang tersebut terdapat warga pribumi yang sudah sangat lama menetap bernama hasan. Namun ada pula yang menyebut simpang kagungan karena tepat berada di pertigaan jalan menuju kampung kagungan ratu kecamatan tulang bawang udik. Namun berdasarkan letak geografis tugu ratu nagou besanding berada di wilayah kelurahan panaragan jaya kecamatan tulang bawang tengah kabupaten tulang bawang barat.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Berdasarkan informasi yang ane peroleh dari seorang tokoh warga setempat, bercerita bahwa pada saat acara gawi adat megou pak di kabupaten tulang bawang barat melihat ada miniatur sepasang naga yang di pajang pada saat acara gawi adat. Beliaupun sempat bertemu pejabat pemerintah dan berbincang mengenai hal miniatur sepasang naga tersebut. Bahwa sepasang naga tersebut sangat cocok dan pas apabila dibangun di persimpangan hasan atau simpang kagungan ratu. Alasannya simpang tersebut berada di wilayah yang dikenal oleh masyarakat bernama tulung naga yang juga dikenal dengan nama yang lebih tenar yakni rawa kebo. Beliau hanya menyarankan saja kepada pejabat pemerintah yang merespon akan memikirkan usulan bangunan sepasang naga di simpang hasan kagungan ratu. Ternyata pemerintah luar biasa dengan pemikiran yang matang mampu menciptakan sebuah ikon cikal bakal yang mengubah wajah kabupaten tulang bawang barat menjadi kota wisata yang nemen, nedes, nerimo yaitu persembahan sebuah tugu bernama tugu rato nago besanding.
Tokoh adat bersama miniatur Nago Besanding

Kenapa dinamakan tulung nago?

Sebelum tenar dengan nama rawa kebo, wilayah ini dikenal dengan nama tulung naga, disebut tulung karena tempat ini merupakan sebuah kubangan air rawa (tulung dalam bahasa lampung bermakna rawa). Rawa tersebut jika dilihat berbentuk kubangan besar dan panjang, mungkin dari bentuknya rawa tersebut dinamakan oleh orang pribumi dahulu dengan nama tulung nagou. Hingga tulisan ini terbit, rawa terebut masih ada tapi aliran rawa terebut berubah yang tadinya berupa persawahan yang indah kini menjadi perkebunan karet masyarakat. Selain itu, ada pula cerita yang ane peroleh dari orang-orang tua sejak ane masih SD (anggap aje dongen), dahulu kala ada sepasang naga besar yang berkuasa dan tinggal di wilayah ini. Singkat cerita sepasang naga tersebut menjadi gaib dan meninggalkan bekas berupa kubangan yang besar dan alur jalan yang kini menjadi sebuah rawa. Bahkan ada cerita seorang warga yang pernah bertemu se-ekor naga yaitu bermula ketika salah seorang warga hendak mengambil air sumur galian warga disekitar aliran rawa pada malam hari, tanpa sadar tiba-tiba warga tersebut dihadapkan dengan mulut se-ekor naga yang terbuka besar seolah-olah akan menyantapnya. Namun karena kaget dan ketakutan warga tersebut pingsan di tempat dan ditemukan oleh seorang warga lainnya yang juga akan mengambil air di sumur tersebut. Ini hanya sekedar cerita dari masyarakat sekitar, benar tidaknya silahkan observasi sendiri ke masyarakat sekitar.



(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Kenapa dinamakan rawa kebo?

Dari cerita yang diperoleh saya beranalisa bahwa nama rawa kebo populer setelah kedatangan transmigrasi dari pulau jawa, baik suku jawa maupun suku sunda. Sebab, dahulu belum tenar dengan nama rawa kebo tetapi dengan nama tulung nagou. Tenarnya nama rawa kebo oleh suku pendatang karena di tempat ini adalah sebuah rawa yang di penuhi oleh ratusan kerbau milik suku pribumi penguasa wilayah bernama Haji Bulhasan sejak tahun 1960-an. Ratusan kerbau tersebut bebas berkeliaran dan berkubang di rawa tulung nago karena dahulu rawa tulung nago dikelilingi oleh hutan lebat yang dikuasai keturunan Haji Bulhasan dengan ratusan kerbaunya.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Demikian kisah balik sebelum tegaknya tugu ratu nago besanding yang ane harapkan dapat menjadi wawasan dan sejarah yang tidak akan dilupakan bahwa adanya tugu ini tidak terlepas dari kisah nama tulung nagou dan rawa kebo serta cerdasnya pemerintah dalam mengelola tata kota kabupaten tulang bawang barat. Kedepan ane harap rawa kebo dapat pula di sulap menjadi taman wisata pemancingan (khusus untuk mancing mania) yang disertai permainan-permainan untuk rekreasi keluarga.



(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});