Arsip Tag: Wisata

Taman Ramah Anak Kota Menggala Tulang Bawang, Belum Selesai Sudah Ramai

Penasaran dengan taman baru di jantung kota menggala kabupaten tulang bawang, maka dengan segera saya membawa anak-anak untuk mengunjungi taman yang lokasinya kurang lebih 100 meter dari kompleks kantor pemda kabupaten tulang bawang.

Sesampainya di lokasi rupanya sudah banyak juga pengunjung yang datang untuk menikmati keunikan taman, padahal taman tersebut belum sepenuhnya selesai dan masih dalam tahap penyempurnaan. Antusias warga khususnya kota mengala sangatlah luar biasa termasuk saya, apalagi yang sayang dan cinta anak tentu sangat ingin melihat anak-anaknya ceria dan bahagia bermain girang di taman yang di beri nama “Taman Ramah Anak Kota Menggala”.

Sesuai degan namanya sudah pasti taman ini cocok sebagai tempat untuk bermain anak-anak khususnya usia 3-6 tahun bahkan batita pun bisa di ajak halan-halan yang pastinya wajib di dampingi orang tua. Jangan khawatir untuk usia remaja dan dewasa karena di taman ini pasti akan di pasang WiFi Geratis untuk kita berselancar internetan sepuasnya sembari santai dan menikmati keunikan dan keindahan taman. Ehemz mudah-mudahan internetnya gak lemot ya gaessss.

Taman ramah anak yang di bangun ini jika saya perhatikan dari segi kegunaanya sangat mirip dengan yang ada di beberapa titik desa/kelurahan di kabupaten tulang bawang barat yang merupakan ide dan kreatifitas ibu-ibu PKK tulang bawang barat dan di dukung penuh oleh pemerintah. Naaahh, apakah tulang bawang juga akan demikian dimana setiap desa/kelurahan dibangun taman ramah anak sebagai tempat bermain anak-anak dan bersantai ria kaum remaja hingga dewasa atau mungkin emak-emak, kita tunggu saja gaess.

Saya yakin, pemerintah kabupaten tulang bawang sangatlah cerdas dan mumpuni melihat peluang tata kelola objek wisata untuk hiburan anak dan keluarga dengan target semboyan “Kami Datang Tidak Bosan Kami Datang Lagi”, sehingga apa yang telah dibangun bukanlah tempat rekreasi musiman saja.

Adanya Taman Ramah Anak Kota Menggala yang belum selesai dibuat namun sudah sangat ramai pengunjungnya menjadi bukti harapan dan impian warga sekitar untuk memiliki tempat-tempat rekreasi keluarga yang ramah, aman, senang dan tidak membosankan. Sebab selama ini tidak dapat dipungkiri bahwa minimnya tempat rekreasi keluarga di daerah sendiri membuat warga pada akhirnya mengambil alternatif berkunjung ke daerah lain semata-mata untuk hiburan anak dan keluarga.

Untuk itu, secara pribadi saya sangat berharap kepada pemerintah tulang bawang untuk dapat menciptakan beragam inovasi pariwisata yang mampu memikat pengunjung lokal terlebih dahulu dimana pada akhirnya akan memikat dan datang sendiri pengunjung dari luar daerah.

Bagaimana gaess, kini kota menggala sudah memiliki taman bermain anak-anak yang ramah lingkungan dan tentunya geratis. Apakah taman ini akan ramai berkelanjutan atau hanya musiman semua bergantung pada fasilitas yang diberikan dan disediakan oleh pemerintah, namun tentunya harus di imbangi juga oleh kesadaran masyarakat sekitar untuk menjaga dan memelihara apa yang sudah di bangun pemerintah.


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Sebagai penutup, menurut kalian kira-kira objek wisata apalagi yang perlu di bangun dan dikembangkan oleh pemerintah kabupaten tulang bawang yang mampu memikat banyak pengunjung dan tentunya tidak membosankan, yuukk kirim komentar kalian di bawah ini!!!

Islamic Center Tulang Bawang Barat Lampung|| Rumah Adat besanding Rumah Allah

Islamic Center Tulang Bawang Barat dibangun pada masa Pemerintahan Bupati Umar Ahmad, diresmikan pada tanggal 11 Oktober 2016 oleh Menteri Agama Republik Indonesia Drs. H. Lukman Hakim Saifudin. Secara geografis berada di wilayah kelurahan Panaragan Jaya Kecamatan Tulang Bawang Tengah, memiliki luas tanah kurang lebih 10 Hektar [Telusuri Lokasi].

Secara umum islamic center adalah sebuah kompleks untuk kegiatan keagamaan, tetapi islamic center tulang bawang barat dirancang multifungsi dan multiguna sehingga dapat dinikmati oleh semua kalangan masyarakat. Selain untuk kegiatan keagamaan, tempat ini juga difungsikan sebagai kegiatan adat-istiadat, festival dan kebudayaan, rekreasi hiburan keluarga, dan kegiatan lainnya yang bermakna Habluminallah dan Habluminnas.
Maka dari itu saya sering ke tempat ini, bukan karena alasan saya adalah warga yang tinggal di Panaragan Jaya tetapi tempat ini memang benar-benar memikat dan setiap hari ada saja masyarakat yang datang berkunjung, apalagi di hari libur akan semakin ramai pengunjung lokal dan luar daerah. Bagaimana dengan kalian?


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Jika kita berkunjung ke tempat ini (islamic center tulang bawang barat), maka mata kita akan tertuju pada keunikan dua buah bangunan sakral yang saling berdampingan yaitu Masjid Agung Baitus Shobur dan Nuwo Sesat Agung Bumi Gayou. Dibangun berdampingan sebagai lambang kehidupan masyarakat secara vertikal yaitu Habluminallah (hubungan manusia kepada Allah) dan secara Horizontal yaitu Habluminannas (hubungan manusia kepada sesama).
Masjid Agung Baitus Shobur
Merupakan rumah Allah yang secara khusus dibangun sebagai tempat beribadah umat muslim dan secara umum digunakan untuk kegiatan keagamaan lainnya sehingga dapat berfungsi sebagai hubungan manusia dengan Allah (Habluminallah). Baitus Shobur  bermakna sebagai “tempat orang yang sabar” dan memiliki filosofi yaitu “menahan diri dari perbuatan keji, sebaik-baik tempat untuk menahan diri itu adalah masjid”.
Masjid ini jika dilihat sepintas memang  tidak nampak seperti masjid pada umumnya, tidak terlihat ada menara dan juga tidak terlihat adanya kubah sehingga hanya nampak seperti gedung menjulang tinggi di tengah danau buatan. Mungkin inilah salah satu makna filosofi bangunan masjid ini yang disampaikan oleh bupati umar ahmad yaitu “kita tidak pernah memperlihatkan wajah tetapi sesungguhnya kita menyodorkan hati, lahir dikandung adat mati dikandung amal dan iman”. Jadi tidaklah heran jika Rumah Allah ini disandingkan dengan Rumah Adat bernama Nuwo Sesat Agung Bumi Gayou.
Masjid Agung Baitus Shobur berukuran 34×34 meter bermakna banyaknya jumlah sujud ibadah sholat wajib. Tinggi Masjid 30 meter bermakna 30 Juz dalam AlQuran. Umumnya kubah berbentuk bulat, tapi masjid ini memiliki kubah berbentuk persegi lima yang bermakna 5 rukun islam dan kubah memiliki 5 sisi bermakna 5 waktu sholat sehari semalam. Masjid dan sekitarnya disangga oleh 114 pilar beton yang bermakna 114 Surat dalam AlQuran. Jika kita masuk ke dalam masjid, maka dibagian dalam atap masjid diterangi oleh 99 lubang cahaya yang bertuliskan arab asmaul husna bermakna 99 nama sanjungan untuk Allah.
Nuwo Sesat Agung Bumi Gayo
Merupakan Rumah Adat yang secara khusus dibangun sebagai balai pertemuan untuk musyawarah adat antar penyimbang masing-masing marga dan secara umum  digunakan untuk kegiatan seni dan kebudayaan warga lampung tulang bawang barat. Nuwo berarti rumah/balai, sesat berarti musyawarah adat, agung berarti besar/kebesaran, bumi berarti bumi/alam, gayou berarti kaya.
Bangunan rumah adat yang diberi nama nuwo sesat agung bumi gayou merupakan satu gabungan dari 4 (empat) rumah besar yang dilambangkan sebagai 4 (empat) marga besar yaitu megou pak tulang bawang (megou=marga, pak=empat). Perhatikanlah desain atap rumah adat ini, dimana terlihat 4 (empat) rumah besar menaungi 5 (lima) rumah yang berarti menaungi transmigrasi dari 5 (lima) pulau besar di indonesia sehingga dapat bersatu dan berbaur dalam satu atap bersama. Bangunan ini didominasi oleh kayu pilihan, jika pada bangunan masjid bagian dalam atap bertuliskan bahasa arab asmaul husna maka pada bangunan nuwo sesat agung bagian dalam atap bertuliskan aksara lampung.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); Selain Rumah Allah dan Rumah Adat, ditempat ini mata kita akan dimanjakan oleh keindahan alam yang dirancang khusus agar pengunjung tidak lekas bosan. Kita akan melihat danau buatan disertai ikan-ikan besar yang mengitari masjid agung baitus shobur dan nuwo sesat agung bumi gayou, menikmati indahnya tanaman bonsai pilihan dari yang kecil hingga yang besar sehingga menambah suasana semakin sejuk dan nyaman. Bagi yang membawa sanak keluarga tidak perlu khawatir karena ditempat ini ada fasilitas permainan untuk anak-anak.
Meskipun hingga 2018 islamic center tulang bawang barat belum selesai 100%, tapi sejak tahun 2017 sudah resmi dibuka untuk masyarakat umum. Siapapun dan dari kalangan apapun baik lokal dan luar daerah tulang bawang barat jangan sampai ketinggalan mari kita kunjungi islamic center dan tempat wisata lainnya di kabupaten tulang bawang barat lampung. Selamat menikmati kunjungan anda dan semoga menyenangkan.


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Tempat||Objek Wisata di Tulang Bawang Barat Lampung

Tulang Bawang Barat merupakan salah satu kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Tulang Bawang yang di resmikan pada 03 April 2008 oleh Menteri Dalam Negeri Mardiyanto atas nama Presiden RI di Jakarta. Hingga tahun 2018 terdiri dari 9 (sembilan) Kecamatan yaitu Batu Putih, Gunung Agung, Gunung Terang, Lambu Kibang, Pagar Dewa, Tulang Bawang Tengah, Tulang Bawang Udik, Tumijajar dan Way Kenanga.

Saya sebagai putra daerah setempat sangat bangga, dalam waktu 10 tahun pemerintah sangat konsisten dalam memajukan daerah khususnya pemerataan infrastruktur baik jalan, jembatan, gedung, dan tentunya pengembangan kepariwisataan yang terbukti mampu menarik perhatian masyarakat dari dalam dan luar daerah kabupaten tulang bawang barat.
Tulang bawang barat memiliki beberapa objek wisata yang cukup potensial dan terus dikembangkan baik yang dikelola oleh pemerintah, swasta maupun perorangan. Objek wisata yang akan saya bahas di sini berkaitan dengan hoby, taman, alam, monumen, kolam renang. Tetapi hingga akhir 2018 objek wisata yang paling banyak di kunjungi adalah objek wisata keluarga yaitu Islamic Center dan Nuwo Sesat Agung.
Bagi sahabat alimahost yang ingin mengetahui apa saja objek wisata di tulang bawang barat, berikut ini saya berikan nama, tempat dan lokasi objek wisata yang mungkin tertarik untuk di kunjungi.

Islamic Center Tulang Bawang Barat
Berlokasi di kelurahan Panaragan Jaya Kecamatan Tulang Bawang Tengah. Ditempat ini terdapat dua buah bangunan yang sakral yaitu Masjid Agung Baitus Shobur dan Nuwo Sesat Agung Bumi Gayou. Dibangun berdampingan sebagai simbol kehidupan masyarakat secara vertikal yaitu hubungan manusia kepada Allah (Habluminallah) dan horizontal yaitu hubungan manusia kepada sesama (Habluminannas). [Selengkapnya baca disini] [Lihat dan Telusuri Lokasi]

  1. Masjid Agung Baitus Shobur : merupakan Rumah Allah sebagai tempat beribadah umat muslim, selain itu juga difungsikan untuk kegiatan keagamaan lainnya yang bersifat habluminallah. Masjid ini memiliki ukuran 34×34 meter bermakna banyaknya jumlah sujud ibadah sholat wajib. Tinggi Masjid 30 meter bermakna 30 Juz dalam AlQuran. Kubah berbentuk persegi lima bermakna 5 rukun islam dan kubah memiliki 5 sisi bermakna 5 waktu sholat sehari semalam. Disangga oleh 114 pilar beton bermakna 114 Surat dalam AlQuran. Bagian dalam atap masjid diterangi 99 lubang cahaya bertuliskan asmaul husna bermakna 99 nama sanjungan Allah. Masjid agung Baitus Shobur berdampingan dengan Nuwo Sesat Agung Bumi Gayou
  2. Nuwo Sesat Agung Bumi Gayou : merupakan Rumah Adat sebagai balai pertemuan untuk musyawarah adat antar penyimbang masing-masing marga. Selain itu dapat difungsikan sebagai tempat kegiatan seni dan budaya masyarakat lampung tulang bawang barat. Rumah adat ini berada dalam satu kompleks islamic center tulang bawang barat yaitu berdampingan dengan masjid agung baitus shobur. Bangunan rumah adat yang diberi nama nuwo sesat agung bumi gayou merupakan satu gabungan dari 4 (empat) rumah besar yang dilambangkan sebagai 4 (empat) marga besar yaitu megou pak tulang bawang. Perhatikanlah desain atap rumah adat ini, dimana terlihat 4 (empat) rumah besar menaungi 5 (lima) rumah yang berarti menaungi transmigrasi dari 5 (lima) pulau besar di indonesia dapat bersatu dan berbaur dalam satu atap bersama. Bangunan didominasi oleh kayu pilihan, jika pada bangunan masjid bagian dalam atap bertuliskan bahasa arab asmaul husna maka pada bangunan nuwo sesat agung bagian dalam atap bertuliskan aksara lampung.


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Tugu Rato Nago Besanding
Berlokasi di kelurahan Panaragan Jaya Kecamatan Tulang Bawang Tengah, tepatnya di persimpangan antara kampung kagungan ratu dan panaragan jaya, tidak jauh dari kompleks islamic center. Bangunan bernama Tugu Rato Nago Besanding, di rancang oleh pengrajin dari pulau bali bernama I Wayan Winten. Desain tugu berbentuk 2 (dua) ekor naga besar dikendalikan seorang kusir yang sedang menarik kereta kencana dengan membawa seorang raja dan ratu kerajaan tulang bawang. Alkisah, berbentuk dua ekor naga besar karena di tempat ini dahulu sering di sebut tulung nagou (rawa naga).
[Lihat dan Telusuri Lokasi]
[Baca juga: Kisah balik sebelum tegaknya tugu rato nago besanding]
Tugu Relief Empat Marga
Berlokasi di pinggir jalan raya propinsi antara tiyuh panaragan dan penumangan baru yang juga sering di sebut jalan Letter “S” (berliku). Tugu ini berbentuk patung berkepala 4 (empat) manusia yang melambangkan adanya 4 (empat) marga tulang bawang yang sering disebut megou pak tulang bawang (megou:marga, pak:empat). Bangunan relief ini menceritakan kisah kehidupan rakyat tulang bawang dimulai dari kisah kerajaan – penjajahan – kemerdekaan.
[Lihat dan Telusuri Lokasi]
Taman Umbul Kapuk
Berlokasi di kelurahan daya asri-dayamurni kecamatan tumijajar. Taman ini menonjolkan pemandangan dan keindahan alam, rumah hunian hewan-hewan peliharaan, rumah-rumah pondok kayu di atas kolam dengan ikan-ikan besar, kolam pemancingan, alat permainan anak dan keluarga. Cocok untuk rekreasi keluarga semua usia, memanjakan mata, bersantai menikmati keindahan alam-hewan-binatang, makan-makan bersama hingga bermain bersama.
[Lihat dan Telusuri Lokasi]
Taman Agrowisata Tulang Bawang Barat
Berlokasi di kelurahan pulung kencana kecamatan tulang bawang tengah, tepatnya di kompleks SMKN 1 Tulang Bawang Tengah. Taman ini menonjolkan keindahan alam berupa tumbuhan dan tanaman sebagai pusat penelitian dan budidaya khususnya buah-buahan yang bisa kita petik secara langsung melalui izin pengelola taman. Cocok untuk bersantai menikmati indahnya berbagai macan tanaman dan tumbuhan buah-buahan, juga sebagai penelitian para siswa dan mahasiswa atau lembaga khuhus lainnya.
[Lihat dan Telusuri Lokasi]
Kolam Embung Budidaya Ikan dan Pemancingan
Berlokasi di tiyuh panaragan kecamatan tulang bawang tengah tepatnya lewat belakang kantor camat tulang bawang tengah-panaragan. Kolam besar ini disebut Embung dibuat oleh pemerintah tulang bawang barat khusus untuk warga panaragan sebagai tempat untuk membudidayakan berbagai macam jenis ikan dan untuk warga tulang bawang barat yang memiliki hoby memancing. Tempat ini cocok untuk masyarakat yang hobi memancing ikan Nila, Lelek, Patin, Gabus, Betok dan lain-lain.
[Lihat dan Telusuri Lokasi]

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); Wisata Makam Keramat Gemol Minak Indah
Berlokasi di tiyuh panaragan kecamatan tulang bawang tengah kurang lebih 3 km setelah jembatan sungai panaragan. Minak Gemol nama lain dari Minak Indah merupakan seorang panglima perang sekaligus penyebar agama islam di wilayah panaragan dan sekitarnya. Masyarakat yang ingin berziarah kesana bisa melaui darat dan juga melaui sungai.
[Lihat dan Telusuri Lokasi]
Wisata Kolam Renang Tulang Bawang Barat
Ada beberapa nama dan lokasi wisata kolam renang di tulang bawang barat, diantaranya:
  1. Water Boom Dayamurni: berlokasi di kelurahan dayamurni kecamatan tumijajar, 150 meter dari pusat pasar modern dayamurni. Bangunan cukup luas disertai wisma tempat menginap, tersedia kolam khusus balita, anak-anak dan dewasa, ada wahana permainan, hari libur biasanya tersedia musik orgen. Kapasitas pengunjung bisa lebih dari 150 orang jadi bisa untuk pengunjung dengan kapasitas besar. [Lihat dan Telusuri Lokasi]
  2. Wahana Banyu Biru: lokasi berdekatan dengan water boom dayamurni, sedikit jauh dari ruas jalan raya tepatnya masuk lewat belakang dealer honda dayamurni. Bangunan tidak cukup luas relatif kecil, tersedia kolam anak-anak dan dewasa, tidak ada wahana permainan, kapasitas di bawah 100 orang, cocok untuk rekreasi keluarga kecil dan warga yang mau belajar berenang. Tempat dijamin bersih, air jernih. [Lihat dan Telusuri Lokasi]
  3. Water Boom Murnijaya Kalimiring: berada di kelurahan murnijaya kecamatan tumijajar, kurang lebih 100 meter dari SPBU murnijaya. Bangunan cukup luas, tersedia kolam khusus balita, anak-anak dan dewasa, ada wahana permainan. Kapasitas pengunjung bisa lebih dari 150 orang jadi bisa untuk pengunjung dengan kapasitas besar. [Lihat dan Telusuri Lokasi]

Bangunan apa yang pantas tegak di simpang tiga Panaragan – Penumangan ?

Sahabat alimahost, mungkin diantara kita masih ada yang belum kenal dengan gambar di bawah ini. Ini adalah gambar yang saya ambil pada juli 2017 tepatnya dipersimpangan jalan tiyuh panaragan dan penumangan baru. Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat tentu sudah memiliki perencanaan pembangunan di wilayah-wilayah strategis yang dapat mempercepat kemandirian dan kemajuan daerah. Apalagi semenjak pemerintahan di pimpin oleh Bupati Umar Ahmad, S.P, hingga akhir 2017 bahkan hingga saat ini sangat gencar menampakkan wajah baru pembangunan di setiap daerah yang mampu menarik perhatian wisatawan dari luar daerah.
Simpang Tiga Tiyu Panaragan – Penumangan Baru

Pembangunan jalan, jembatan, gedung instansi, rumah sakit, masjid islamic center, taman-taman kota berupa tugu dan patung mampu menjadi daya tarik masyarakat. Bahkan mampu menjadikan Kabupaten Tulang Bawang Barat sebagai tempat wisata keluarga baik dari lokal maupun luar daerah. Namun ada satu hal yang menjadi perhatian saya dan mungkin juga pembaca setia alimahost, pada gambar di atas timbul di benak pikiran “Bangunan apakah yang pantas tegak di simpang tiga antara panaragan dan penumangan baru”?.
Bagaimana sahabat alimahost, sudahkan anda punya ide yang cemerlang bangunan apa yang pas dan cocok berdiri di persimpangan panaragan-penumangan baru. Apakah patung lagi, tugu monumen, bundaran bak seperti di Hotel Indonesia Jakarta, atau mungkin menara yang menghujam tinggi.


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); Saya pemilik alimahost pernah punya pikiran persimpangan ini harusnya di bangun Tugu Senjata/pusaka kerajaan Tulang Bawang yang di kelilingi oleh patung yang membawa senjata pusaka lainnya. Apa alasannya, berdasarkan cerita tetua (orang tua-tua) yang ane terima bahwa di Tulang Bawang ada tiga orang laki-laki bersaudara yang mana anak pertama (Tuan Rio Tuho) mendiami wilayah Pagar Dewa, anak kedua (Tuan Rio Tengah) mendiami wilayah Menggala, dan Anak ke tiga (Tuan Rio Sanak) mendiami wilayah Panaragan. Ketiga wilayah terebut (Pagar Dewa, Menggala, Panaragan) merupakan kakak beradik kandung keturunan Tuan Rio dimana ketiga wilayah ini memiliki tugas dan fungsi yang berbeda selain sebagai pertahanan pusat kerajaan. 
Pagar dewa sebagai putra tertua  bertugas menjadikan wilayah ini sebagai kekuasaan, pengatur dan pewaris kerajaan artinya pagar dewa adalah benteng terakhir dalam menjaga keutuhan kerajaan, jadi jangan heran kalo pagar dewa sering di sebut sebagai pusat kerajaan, daerah yang di sakralkan karena terdapat makam-makan keturunan kerajaan dan makam-makam lainnya yang di keramatkan (silahkan datang dan cek sendiri di pagar dewa) 
Menggala sebagai putra ke dua bertugas menjadikan wilayah ini sebagai tempat perekonomian dan pemerintahan artinya menggala sebagai pusat perdagangan dan pertemuan raja dengan para pamong wilayah, para panglima penjaga wilayah misalnya dari teladas, bakung, bujung tenok, panaragan, menggala dan lainnya. Jadi jangan heran kalau menggala pernah jadi pusat perdagangan yang terkenal, memiliki dermaga tempat kapal besar bersandar, terdapat daerah yang bernama tangga raja, terdapat kampung bugis yang asalnya dari sulawesi, kampung palembang bahkan suku sunda banten pun banyak di wilayah menggala (silahkan datang dan cek sendiri di Menggala)


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Panaragan sebagai putra ke tiga bertugas menjadikan wilayah ini sebagai tempat pembuatan senjata kerajaan, tempat para resi bertapa, pembuat alat kesenian dan peralatan mahkota kerajaan. Jadi jangan heran kalau di panaragan ada banyak pandai besi, ada tempat yang dinamakan bandar dewa dan menggala mas. Konon kesaktian senjata raja tulang bawang tidak ada tandingannya, bahkan pemegang senjata tidak akan mati kecuali dengan senjatanya sendiri. Senjata pusaka tersebut konon cerita (mungkin dongeng) berbentuk tombak TriSula (silahkan datang dan cek sendiri di Panaragan).
Sahabat alimahost, apa yang disampaikan di atas belumlah memiliki sumber yang pasti yang dapat di percaya akan kebenaran sejarah. Saya hanya memperoleh cerita dari orang tua-tua yang saya rekam dalam memori otak untuk kemudian nalar dan logika saya menciptakan cerita berdasarkan kondisi dan keadaan sekarang baik di pagar dewa, menggala dan panaragan. Semoga menjadi wawasan tambahan agar sejarah tidak terlupakan. Jadi bangunan apa yang pas dan cocok broooo…??

Ini dia taman rekreasi keluarga yang hipnotis warga berulang kali

Hai sahabat alima….!!  jika kalian mau tau uniknya rumah adat sesat agung lampung, uniknya masjid islamic center, unik dan indahnya taman bonsai, ingin memanjakan mata, ingin menenangkan hati dan pikiran, cinta anak cinta keluarga, maka tempat yang tepat untuk anda kunjungi adalah wisata adat nuwo sesat agung dan wisata religi masjid islamic center di kabupaten tulang bawang barat propinsi lampung.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Tempat wisata ini cocok untuk semua kalangan dan usia, berada di satu lokasi yang sama dan saling berdampingan yang melambangkan hubungan antara sesama manusia (nuwo sesat agung) dan hubungan antara manusia dan Allah SWT (Masjid islamic center). Objek wisata ini oleh masyarakat lebih sering di kenal islamic center, di bangun oleh pemerintah sejak tahun 2015. Meskipun belum selesai 100%, objek bangunan adat dan religi ini telah resmi dibuka untuk umum sejak 2017 yang mampu menghipnotis masyarakat berulang kali [iya tah..lah iya], termasuk saya sebagai warga yang tinggal di dekat lokasi sering datang berulang kali [terkena hipnotis kali nih].
Untuk kegiatan umum, selain melihat keunikan nuwo sesat agung dan islamic center kabupaten tulang bawang barat, pengunjung dapat menikmati pemandangan taman bonsai yang unik mulai ukuran kecil hingga besar, kolam berisi berbagai jenis ikan yang mengelilingi masjid dan rumah adat, taman hiburan anak-anak dengan berbagai macam jenis alat permainan dan masih banyak kegiatan lainya. Dari setiap kegiatan tentunya tidak lupa berselfie ria foto sana foto sini sebagai dokumentasi dan bukti kita pernah ada disini.hehehe..


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Untuk kegiatan religi, selain sebagai tempat sholat lima waktu pengelola masjid juga mengadakan pengajian rutin setiap malam minggu dan terbuka untuk umum. Pengelola masjid juga mengadakan taman pendidikan kanak dan anak untuk masyarakat yang ingin menitipkan putra dan putrinya menuntut ilmu agama seperti mengaji, hafalan qur’an, baca tulis qur’an dan lainnya (untuk lebih jelasnya silahkan temui pengelola masjid).
Untuk kegiatan adat, hingga tulisan ini terbit per juli 2017 saya belum mendapatkan informasi nyata adanya kegiatan rutin oleh pengelola rumah adat (nuwo sesat agung). Sebagai usulan kedepan selain untuk acara resmi adat, bisa juga difungsikan sebagai tempat latihan menari adat, drama adat, gitar klasik dan lainnya yang tentunya terjadwal dan tidak mengganggu aktifitas religi (islamic center). 
Dengan adanya berbagai macam kegiatan yang bermanfaat, tentu akan menghipnotis warga berulang kali untuk berkunjung ke salah satu objek wisata kabupaten tulang bawang barat propinsi lampung. Pedagang sejahtera, warga bahagia, pemerintah jaya.

Pengunjung Sepi, Pedagang satu persatu menghilang dari Tugu Rato Nago Besanding?

Tugu Rato Nago Besanding merupakan salah satu ikon wisata yang dikelola oleh pemerintah kabupaten tulang bawang barat propinsi lampung. Tugu ini dibangun pada tahun 2015, berada di wilayah tiyuh panaragan jaya kecamatan tulang bawang tengah. Tempat berdirinya tugu ini  dahulu oleh masyarakat sekitar disebut simpang hasan dan ada juga yang menyebut simpang kagungan. Baca di kisah balik sebelum tegaknya tugu ratu nago besanding.



(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Dibangunnya tugu nago besanding sejak 2015 sudah menjadi daya tarik dan tanda tanya masyarakat yang lalu lalang di simpang hasan “apakah gerangan yang akan di bangun pemerintah kabupaten tulang bawang barat ?”. Lambat laun mulai terlihat jelas bentuk sepasang naga besar yang menarik kereta kencana yang ditunggangi seorang kusir yang membawa seorang raja dan ratu penguasa dari kerajaan tulang bawang. Bangunan ini diberi nama tugu ratu nago besanding.

Setelah tugu selesai dibangun dan dibuka untuk umum, dengan penuh kharisma dan keunikan tugu nago besanding menjadi daya pikat yang menyerap perhatian masyarakat sekitar dan dari daerah lain untuk singgah, bersantai, berfoto-foto selfie sambil menikmati jajanan-jajanan yang dijual para pedagang. Mulai dari pagi hingga malam hari tugu ratu nago besanding tidak pernah sepi pengunjung, jadi jangan heran meskipun kita lewat berulang kali pasti tugu ini dipenuhi pengunjung. Maklum tugu ini menjadi ikon cikal bakal tata kota perdana yang mampu menjadi daya tarik wisata lokal maupun daerah lain bahkan luar lampung. Apalagi semenjak adanya isu bahwa ternyata salah satu patung yaitu patung sang ratu berubah posisi dari tempat semula dimana patung sang ratu maju selangkah dan tidak lagi sejajar dengan patung sang raja. Hal ini sontak membuat pengunjung semakin bertambah dan penasaran lantaran adanya berita misteri sang ratu pindah posisi tanpa adanya kerusakan pada bagian bangunan. 


Ternyata, daya pikat tugu ratu nago besanding semakin lama semakin pudar terutama mulai tahun 2017. Para pengunjung mulai sepi dan satu persatu pedagang menghilang hanya tersisa satu atau dua pedagang yang masih setia menemani sang raja dan ratu nago besanding. Tidak seperti tahun 2016 yang sangat ramai wisatawan lokal dan luar daerah, kini tugu ratu nago besanding hanya sebagai perlintasan dan persinggahan para pelancong baik lokal maupun luar daerah untuk sekedar berfoto-foto selfie saja. 


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Ada apakah gerangan??.. kenapa pengunjung mulai sepi dan kemana para pedagang menghilang !!. Penyebabnya tidak lain adalah karena adanya lokasi wisata baru sebagai tempat rekreasi keluarga. Lebih luas, aman, damai, menyejukkan hati dan mata yang dapat dinikmati untuk semua kalangan dan semua usia. Jaraknya tidak jauh dari tugu ratu nago besanding yaitu wisata adat lampung berupa nuwo sesat agung dan wisata religi berupa bangunan masjid islamic center. Bangunan ini dikelilingi oleh keindahan taman bonsai-bonsai besar maupun kecil pilihan, kolam yang berisi berbagai jenis ikan, permainan hiburan untuk anak-anak bahkan yang terpenting adalah program religi berupa Taman Pendidikan Anak untuk menciptakan para hafidz qur’an dan da’i cilik menuju pemuda dan pemudi yang berakhlak mulia.

Meskipun bangunan belum 100% selesai, semenjak nuwo sesat agung dan islamic center kabupaten tulang bawang barat berdiri dan dibuka untuk umum tahun 2017, para pengunjung dan pedagang mulai beralih perhatian menuju lokasi wisata baru yang lebih ramai wisatawan baik lokal maupun luar daerah. Untuk lebih jelasnya ayooo.. kunjungi objek wisata di kabupaten tulang bawang barat propinsi lampung, karena masih banyak tempat rekreasi wisata lainnya yang wajib dikunjungi.



(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kisah balik sebelum tegaknya Tugu Rato Nago Besanding di Kabupaten Tulangbawang Barat

Sebagai seorang warga yang berdomisili di tiyuh panaragan jaya yakni tulung naga (rawa naga) atau lebih tenarnya rawa kebo (rowo kebo), saya tertarik untuk menulis kisah balik sebelum tegaknya tugu rato nago besanding sebagai cikal bakal salah satu ikon wisata di kabupaten tulang bawang barat propinsi lampung.

Sebelum tugu rato nago besanding berdiri kokoh, dahulu tempat ini oleh masyarakat sekitar sering disebut simpang hasan karena disekitar simpang tersebut terdapat warga pribumi yang sudah sangat lama menetap bernama hasan. Namun ada pula yang menyebut simpang kagungan karena tepat berada di pertigaan jalan menuju kampung kagungan ratu kecamatan tulang bawang udik. Namun berdasarkan letak geografis tugu ratu nagou besanding berada di wilayah kelurahan panaragan jaya kecamatan tulang bawang tengah kabupaten tulang bawang barat.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Berdasarkan informasi yang ane peroleh dari seorang tokoh warga setempat, bercerita bahwa pada saat acara gawi adat megou pak di kabupaten tulang bawang barat melihat ada miniatur sepasang naga yang di pajang pada saat acara gawi adat. Beliaupun sempat bertemu pejabat pemerintah dan berbincang mengenai hal miniatur sepasang naga tersebut. Bahwa sepasang naga tersebut sangat cocok dan pas apabila dibangun di persimpangan hasan atau simpang kagungan ratu. Alasannya simpang tersebut berada di wilayah yang dikenal oleh masyarakat bernama tulung naga yang juga dikenal dengan nama yang lebih tenar yakni rawa kebo. Beliau hanya menyarankan saja kepada pejabat pemerintah yang merespon akan memikirkan usulan bangunan sepasang naga di simpang hasan kagungan ratu. Ternyata pemerintah luar biasa dengan pemikiran yang matang mampu menciptakan sebuah ikon cikal bakal yang mengubah wajah kabupaten tulang bawang barat menjadi kota wisata yang nemen, nedes, nerimo yaitu persembahan sebuah tugu bernama tugu rato nago besanding.
Tokoh adat bersama miniatur Nago Besanding

Kenapa dinamakan tulung nago?

Sebelum tenar dengan nama rawa kebo, wilayah ini dikenal dengan nama tulung naga, disebut tulung karena tempat ini merupakan sebuah kubangan air rawa (tulung dalam bahasa lampung bermakna rawa). Rawa tersebut jika dilihat berbentuk kubangan besar dan panjang, mungkin dari bentuknya rawa tersebut dinamakan oleh orang pribumi dahulu dengan nama tulung nagou. Hingga tulisan ini terbit, rawa terebut masih ada tapi aliran rawa terebut berubah yang tadinya berupa persawahan yang indah kini menjadi perkebunan karet masyarakat. Selain itu, ada pula cerita yang ane peroleh dari orang-orang tua sejak ane masih SD (anggap aje dongen), dahulu kala ada sepasang naga besar yang berkuasa dan tinggal di wilayah ini. Singkat cerita sepasang naga tersebut menjadi gaib dan meninggalkan bekas berupa kubangan yang besar dan alur jalan yang kini menjadi sebuah rawa. Bahkan ada cerita seorang warga yang pernah bertemu se-ekor naga yaitu bermula ketika salah seorang warga hendak mengambil air sumur galian warga disekitar aliran rawa pada malam hari, tanpa sadar tiba-tiba warga tersebut dihadapkan dengan mulut se-ekor naga yang terbuka besar seolah-olah akan menyantapnya. Namun karena kaget dan ketakutan warga tersebut pingsan di tempat dan ditemukan oleh seorang warga lainnya yang juga akan mengambil air di sumur tersebut. Ini hanya sekedar cerita dari masyarakat sekitar, benar tidaknya silahkan observasi sendiri ke masyarakat sekitar.



(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Kenapa dinamakan rawa kebo?

Dari cerita yang diperoleh saya beranalisa bahwa nama rawa kebo populer setelah kedatangan transmigrasi dari pulau jawa, baik suku jawa maupun suku sunda. Sebab, dahulu belum tenar dengan nama rawa kebo tetapi dengan nama tulung nagou. Tenarnya nama rawa kebo oleh suku pendatang karena di tempat ini adalah sebuah rawa yang di penuhi oleh ratusan kerbau milik suku pribumi penguasa wilayah bernama Haji Bulhasan sejak tahun 1960-an. Ratusan kerbau tersebut bebas berkeliaran dan berkubang di rawa tulung nago karena dahulu rawa tulung nago dikelilingi oleh hutan lebat yang dikuasai keturunan Haji Bulhasan dengan ratusan kerbaunya.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Demikian kisah balik sebelum tegaknya tugu ratu nago besanding yang ane harapkan dapat menjadi wawasan dan sejarah yang tidak akan dilupakan bahwa adanya tugu ini tidak terlepas dari kisah nama tulung nagou dan rawa kebo serta cerdasnya pemerintah dalam mengelola tata kota kabupaten tulang bawang barat. Kedepan ane harap rawa kebo dapat pula di sulap menjadi taman wisata pemancingan (khusus untuk mancing mania) yang disertai permainan-permainan untuk rekreasi keluarga.



(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});